Bupati Dukung Penuh Penataan Arsip dan Dokumen Negara

TINJAU : Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad (paling kanan) saat meninjau lahan yang akan dibangun gedung Arsip Daerah, Selasa (17/9/2019). Foto : Fahrurozi/HS. 

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad mendukung penuh upaya penataan arsip-arsip di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang. 

Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan, usai meresmikan penggunaan gedung sementara Depo Arsip Daerah, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Empat Lawang, Selasa (17/9/2019) sore sekitar jam 16.00 WIB.

Muat Lebih

Menurut dia, penataan arsip penting dilakukan mengingat strategisnya arsip dan dokumen negara yang dimaksut.

“Kita ingin nantinya Depo Arsip Daerah ini menjadi percontohan di Sumatera Selatan,” ujar Joncik.

Disampaikanya, terobosan yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Empat Lawang ini, patut diapresiasi. Dari sebelumnya sejumlah OPD yang tidak menginginkan lokasi di sini, kini banyak yang berminat karena sudah tertata dengan baik. 

“Apalagi nanti jika nanti DAK Rp10 miliyar meluncur ke sini, dibangunkan gedung di lokasi ini, bayangkan saja sendiri,” cetusnya.

Sayangnya, saat hendak diusulkan kemarin ke pusat, lanjut Joncik, status tanahnya belum pasti milik Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, masih dikuasai Pemkab Empat Lawanng tidak diperuntukan untuk Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Empat Lawang, makanya terpaksa akan diperjuangkan pada 2020. 

“Kalau sekarang sudah saya serahkan penuh ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Empat Lawang. Dulu itukan peruntukannya untuk Rumah Dinas DPRD Empat Lawang, kita minta pengertian mereka agar ini diperuntukan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah,” paparnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas dan Arsip Daerah Empat Lawang, H Choiri Badri menceritakan, berawal dari keinginan pihaknya menjadikan arsip dan dokumen negara milik Pemkab Empat Lawang tertata dengan baik, akhirnya ada keinginan pihaknya untuk membangun gedung arsip melalau DAK senilai Rp10 miliyar.

“Kendalanya hanya pada lahan dan Alhamdulillah lahan yang kita inginkan sudah di-acc bupati dan tanah ini sudah memenuhi syarat untuk pengajuan bangunan gedung arsip dari DAK ke pusat. Untuk tahun ini sudah dianggarkan melalui Dinas PUPR untuk pembanguna DED-nya,” kata dia. (HS-05)