Bupati Hibahkan Aset Bandara Silampari ke Kemenhub RI

Terminal Bandara Silampari Lubuklinggau. foto net

SILAMPARI ONLINE- Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan RI memberikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) atas terbangun dan berkembangnya Bandara Silampari.
Hal itu disampaikan Menhub RI Budi Karya melalui Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti disela acara penandatanganan berita acara serah terima barang milik daerah dan naskah perjanjian hibah daerah antara Pemerintah Kabupaten Mura dengan Dirjen Perhubungan Udara di Gedung Kemenhub di Ruang Mulawarman lantai 5 Gedung Karsa Kemenhub RI di Jakarta Selasa (10/9).
Acara tersebut merupakan puncak dari penyerahan atau hibah aset Bandara Silampari dari Pemkab Mura kepada Kemenhub RI untuk dikembangkan dan dikelola bersama Angkasa Pura. Serah terima langsung dilakukan Bupati Mura H Hendra Gunawan dan Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti.
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana menyampaikan, serah terima asset Bandara Silampari tersebut merupakan wujud peran pemerintah daerah untuk bersama Pemerintah pusat membangun fasilitas pelayanan publik, dalam hal ini Bandara Silampari.
“Terima kasih atas partisipasi yang sebesar-besarnya kepada Kabupaten Mura dalam pembangunan dan pengembangan Bandara Silampari. Semoga ke depannya Bandara Silampari akan Selamat, Aman dan Nyaman (SELAMANYA),” kata Dirjen.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, peran Pemkab Mura dalam pengembangan bandara adalah melalui pengadaan aset tanah dan bangunan fasilitas di sisi darat. Tujuannya adalah agar dapat mengakomodir dan memenuhi kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan perekonomian di Mura.
“Proses hibah dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Barang Milik Negara dan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebagai langkah awal untuk menciptakan tertib administrasi dalam proses pelaksanaan anggaran,”terangnya.
Menurutnya, langkah awal untuk ke depan mengembangkan potensi-potensi lainnya di Mura Bukan hanya sebatas Bandar Udara, tapi bagaimana potensi daerah lainnya bisa terangkat dan masyarakat terbantu. Terkhusus Dirjen sangat berharap para penumpang makin terbantu khususnya kargo bisa memanfaatkan Bandara Silampari. Sehingga berbagai kebutuhan dapat terdistribusi dengan lancar ke daerah.
“Setelah ini, ketika Bandara Silampari dibangun dengan perizinan lengkap dan secara administrasi sudah sangat memenuhi ketentuan yang diatur kementeian perhububgan melalui Dirjen Perhubungan Udara, kita akan terus tingkatkan dan kembangkan. Sebab bandar udara adalah pintu masuk atau land mark sehingga daerah bisa berkembang dengan pesat,”paparnya.
Sementara itu Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan menceritakan sejarah mengenai Bandara Silampari yang dirintis dan dibangun ketika Lubuklinggau merupakan Ibukota dari Kabupaten Mura.
“Rintisan pembangunan bandara ini telah dimulai sejak tahun 1980 ketika masa kepemimpinan Bupati Sueb Tamat dan hingga Bupati Ridwan Mukti terus ditingkatkan, kini terus dibangun hingga begitu megah. Makanya kami (Musi Rawas) menitipkan kepada Kementrian Perhubungan RI untuk terus mengembangkannya dan juga membantu membangun Mura dalam bidang lainnya selain bandar udara ini,”tutur Hendra.
Selain itu, dengan aset yang diserahkan ini dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya. Sebab, itulah (Bandara Silampari) yang bisa diserahkan kepada negara dalam hal ini Kementrian Perhubungan yang tentunya demi kepentingan masyarakat banyak.
Sedangkan, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara, Rudi Pitoyo menyambut baik dengan diserahkannya aset dari Pemkab Mura ke Ditjen Hubud. Sebab, dengan penyerahan aset sebagai langkah mewujudkan penataan aset yang tertib administrasi yang sesuai dengan pencatatan di sistem akutansi pemerintah. Bahkan, dengan adanya penyerahan aset ini pengembangan bandara akan terus dilakukan termasuk dengan mereview masterplan/rencana induk yang akan disesuaikan dengan perkembangan sektor transportasi udara di bandar udara silampari.
Dalam penandatanganan berita acara serah terima barang milik daerah dan naskah perjanjian hibah daerah antara Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dengan Dirjen Perhubungan Udara tersebut Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI, Polana B Pramesti didampingi Setditjend Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono dan Kabag Keuangan Setditjend Perhubungan Udara Nowo W. Selain itu juga hadir jajaran Dirjen Perhubungan Udara mengenakan pakaian cukup unik yakni pakaian adat nusantara.
Sementara Bupati Mura, H Hendra Gunawan hang mengenakan baju Batik Mura dipadu tajak didampingi Asisten I H Heriyanto dan Kadishub Adi Winata. Hadir juga Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Rudi Pitoyo, Kabag Tapem Risman dan perwakilan bagian Protokol serta Humas.
Sebagaimana diketahui, Bandara Silampari awalnya merupakan bandara perintis dan baru beroperasi pada 7 Mei 1994. Bandara ini sempat ditutup pada 2001 hingga 2004 lalu. Selanjutnya, pada 2005 bandara ini kembali beroperasi dengan menggunakan subsidi Pemerintah Kabupaten Mura. Lalu, pada 2013 pengelolaan operasional bandara diserahterimakan ke Kementerian Perhubungan. Kemudian, 2014 hingga 2017 Bandara Silampari masih berstatus Kantor Satuan Pelayanan di bawah Kemenhub. Baru setelah itu pada Februari 2018 status bandara ini naik menjadi unit penyelenggara bandara kelas III.
Untuk fasilitas sisi udara, bandara ini memiliki landas pacu (runway) dengan panjang 2.220 m x 45 m, landas hubung (taxiway) 155 m x 23 m dan area parkir pesawat (apron) berukuran 130 m x 100 m yang mampu mengakomodir pergerakan dua pesawat sejenis Boeing.
Saat ini, tiga maskapai sudah beroperasi di ini, yaitu Batik Air menggunakan jenis pesawat Airbus A-320 dan NAM Air dengan jenis pesawat Boeing 737-500, dengan rute penerbangan Jakarta-Lubuklinggau (PP) 1x sehari. Sementara Wings Air menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 dengan rute penerbangan Palembang-Lubuklinggau (PP) 1 x sehari. (Kominfo Musi Rawas)