Bupati Muratara Sangat Konsentrasi Kembangkan SDM Unggul

SILAMPARI ONLINE,

Rektor Universitas Aisyiyah Yogjakarta (Unisa) Warsiti, S.Kep, M.Kep, SP. Mat, mengapresiasi kebijakan Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (muratara) HM. Syarif Hidayat yang peduli dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul. Salah satu kebijakan tersebut adalah mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dengan memberikan wawasan yang ada di daerah lain seperti kerjasama dengan Unisa Jogja dalam memberikan beasiswa pendidikan. Kerjasama tersebut sejalan dengan salah satu misi Pemerintah Kabupaten Muratara mewujudkan pendidikan berkualitas dan murah.

Muat Lebih

Berikut petikan lengkap wawancara dengan Rektor Unisa Warsiti, S.Kep, M.Kep, SP. Mat dengan team Syarifhidayat.id (16/2) di Hotel Dafam Lubuklinggau yang didampingi Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Barbara Desby Shinta. Bagaimana bentuk kemitraan Unisa dengan Pemerintah Daerah yang sudah berjalan selama ini? Sudah sejak 2017 kita menjalin kerjasama yang orientasi awalnya sumber daya manusia (SDM) Muratara bisa melanjutkan studi ke kampus kami.

Lebih dari itu kami memperluas jaringan kerjasama dan dari pemerintah Muratara mengirimkan 9 orang untuk beasiswa kader. Saya rasa komunikasi yang senantiasa terjalin dengan pemerintah daerah untuk bisa mengembangkan siswa yang ada di Muratara, kemudian ditindaklanjuti pada 2018 untuk melakukan kerjasama yang diwakili oleh Wakil Rektor. Saya juga tertarik dengan anak Suku Anak Dalam (SAD). “Kami memberikan beasiswa khusus 3T yang harapannya nanti anak-anak seperti ini akan kita ikat dalam arti kembali membangun daerah,” ucapnya.

Bagaimana kehidupan anak-anak (penerima beasiswa) dari sisi prestasi akademik Perkembangan mahasiswa Muratara di Unisa, setiap semester kita sudah melaporkan IPKnya dan sangat baik. Tidak hanya pada aspek akademis saja, tapi juga anak-anak di libatkan dalam kegiatan organisasi. Bahkan, beberapa diantaranya sudah ikut kompetisi yang dilaksanakan tingkat nasional. Sebenarnya mereka anak-anak yang mudah untuk dikembangkan gitu. Dinas pendidikan juga sangat intents melihat perkembangan mahasiswa di Unisa ini, sehingga setiap semester kita sudah melaporkan IPK mereka juga sangat baik.

Apa harapan terbesar ibu sehingga anak-anak penerima beasiswa berdampak positif terhadap pembangunan SDM di Muratara? Saya juga bersilaturahmi dengan Pak Bupati (HM. Syarif Hidayat, red) kami coba memperluas kerjasama dalam bentuk kuliah kerja nyata (KKN). Jadi, nanti anak-anak Muratara akan di kirimkan kesini sebagian dan sebagiannya lagi anak dari daerah lain yang berminat untuk KKN di Muratara. Intinya mereka akan terlibat dalam proses pembangunan di Muratara. Akan kita coba terhadap mahasiswa asal Muratara ini membuat pernyataan dari yang bersangkutan, bahwa nanti setelah selesai harus ikut membangun daerah sini nggak boleh kembali ke Jogja.

“Apalagi kan fakultas yang ada di Unisa ini spesifik. Unisa punya visi perguruan tinggi yang berwawasan kesehatan, sehingga semua jurusan yang ada baik itu arsitektur, TI, administrasi publik memang kita inline-kan dengan kesehatan,” ujarnya.

Bagaimana pendapat Ibu agar kerjasama pemberian beasiswa kedepan berdampak dan berkesinambungan? Di Muratara ini saya melihat para pemangku kebijakan dan dinas pendidikan sangat intens komunikasinya. Kalau orang jawa bilang “ngaroke” (membina hubungan yang baik). Jadi kami juga merasa ini punya potensi. Saya juga melihat Bapak Bupati sangat konsentrasi mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dengan memberikan wawasan yang ada di daerah lain. Saya kira apa yang sudah dilakukan Pak Bupati, salah satu cara bagaimana memiliki sumber daya manusia yang lebih baik itu dengan memberikan wawasan yang lebih luas kepada anak-anak. Keputusan atau kebijakan pemerintah daerah Muratara untuk menyekolahkan mereka ke luar Muratara, saya pikir sangat bagus. Tinggal nanti bagaimana mereka bisa memilih yang tepat sesuai dengan karakter dan kemampuan masing-masing. Model seleksi yang dilakukan juga bagus. Artinya anak-anak yang terpilih betul-betul yang punya keinginan untuk mengembangkan diri. Karena kalau anaknya tidak berminat kan juga repot. Harapannya juga nanti model seleksi seperti ini betul-betul dilakukan. Dinas pendidikan juga sangat intents melihat perkembangan mahasiswa di Unisa (dan diakui langsung oleh Ira Nur Fatin). Setiap semester juga kita sudah melaporkan IPK mereka juga sangat baik. (Heri)