Bupati Sering Terima Laporan

APEL : Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad saat memimpin apel, Rabu (31/7/2019). Foto : Fahrurozi/HS.

Silampari Online,

□ Langsung dan Via WA

Bacaan Lainnya

Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad mengaku sering mendapat laporan tentang ASN di Empat Lawang, saat dia sedang menjalankan Dinas Luar (DL). Laporan apakah itu ?. Berikut informasinya.

FAHRUROZI/EMPAT LAWANG

Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad mengaku sering mendapat laporan lisan bahkan laporan dalam bentuk gambar yang dikirim ke dirinya yang sedang menjalankan Dinas Luar (DL) ke berbagai wilayah di luar Empat Lawang.

Laporan itu sebut bupati, saat digelar apel rutin di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, pesertanya sangat sedikit. Hal ini tentu membuat dia selaku kepala daerah merasa kesal terhadap kedisipilinan ASB di lingkungan Pemkab Empat Lawang, yang dia nilai tidak juga membaik.

“Saya sering mendapat laporan, baik melalui lisan maupun dalam bentuk video yang dikirim melalui Whatapps (WA) saya, setiap apel saat saya atau wakil bupati tidak ada di tempat pesertanya sangat sedikit,” sesalnya saat menyampaikan arahan dihadapan anggota Satpol PP dan ASN di lingkungan Pemkab Empat Lawang, saat pelaksanaan apel pagi, Rabu (31/7/2019).

Karena itu lanjut dia, melalui kesempatan ini dia menyampaikan, agar seluruh pegawai baik TKS maupun ASN yang bekantor OPD di sekitar komplek perkantoran Pemkab Empat Lawang, agar kedepannya wajib ikut apel rutin.

“Semua OPD, tidak hanya Sekretariat Daerah, namun yang berkantor di sekitar sini (komplek Pemkab, red) wajib ikuti apel pagi, apel siang di lapangan ini (Pemkab Empat Lawang),” tegasnya.

Diapun meminta Sekda Empat Lawang, agar menjaga betul permintaan dirinya untuk mewajibkan ASN ikuti apel di lapangan Pemkab Empat Lawang. Bahkan meminta Sekda membuat absensi ASN yang wajib hadir di apel rutin di lapangan Pemkab Empat Lawang, yang dia maksut.

“Honorer atau TKS kita yang berturut-turut tidak datang tiga kali pada apel, sampaikan pada kami, kita berhentikan,” katanya.

Demikian juga ASN, jika tidak apel juga, bupati minta agar diberi sanksi sesuai tingkatan. “Kalau perlu PP 53 itu diterapkan, sanksi terberat terhadap ASN, yakni pemberhentian,” tegasnya.

Diapun kembali menegaskan, selaku Bupati Empat Lawang, dia tidak akan ragu memberikan sanksi terberat bagi siapapun yang melanggar.

“Tidak ada keluarga bupati, tidak ada tim bupati. Semuanya sama, PNS, ASN Kabupaten Empat Lawang, yang pembinanya saya,” tandasnya. (**)