Bupati Vidcon dengan 19 Pimpinan Puskesmas di Musi Rawas

3.000 Lebih Pendatang Selesai Screening, Semuanya Sehat

SILAMPARI ONLINE,

Bacaan Lainnya

MUSI RAWAS-Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan (H2G) kembali menyampaikan rasa simpati dan penghargaan yang besar kepada tenaga medis di Musi Rawas. Karena di saat situasi yang begitu tak menentu di tengah badai wabah penyebaran virus Corona atau covid-19, para tenaga medis yang menjadi garda terdepan menunjukkan dedikasi dan kinerja yang luar biasa tinggi. Mulai dari tenaga medis di rumah sakit hingga Puskesmas yang berada di pelosok bekerja tanpa kenal lelah dan mengedepankan rasa kemanusiaan tinggi membuat masayarakat Musi Rawas tenang menghadapi kondisi saat ini.

Hal ini disampaikan Bupati H Hendra Gunawan usai mendapatkan laporan terperinci mengenai langkah, kondisi dan apa saja yang telah dilakukan tenaga medis di 19 Puskesmas dalam wilayah Musi Rawas serta jajaran Dinas Kesehatan dan Rumah sakit melalui Vidcon (Video Conference) Senin (6/4).
“Bupati beserta jajaran dan seluruh lapisan masyarakat bersatu padu, bergotong royong berusaha sekuat tenaga seraya berdoa kepada ALLAH SWT, agar daerah tercinta ini bebas dari virus corona. Dan salah satu ikhtiar kita, hari ini (kemarin, red) telah dilaksanakan rapat staf dan diperluas dengan memberikan kesempatan kepada 19 pimpinan Puskesmas melaporkan sikon di 186 desa dan 13 kelurahan pada 14 kecamatan melalui sambunganjarak jauh Vidcon,” ungkap Bupati.

Kembali disampaikan, Bupati benar-benar mengucapkan terima kasih atas kerja keras tenaga medis, dan berharap untuk tetap semangat.
“Bangga daerah terpencil bisa Vidcon , desa yang jauh, terpencil bisa Vidcon. Hidup di desa tapi serasa hidup di kota. Yang yang terpenting laporannya begitu lengkap dan menggambarkan kondisi Musi Rawas yang terkendali dan sejauh ini aman dari virus Corona. Insha Allah kondisinya akan terus terjaga,” katanya.

Dalam kesempatan itu Bupati H Hendra Gunawan benar-benar serius mendengarkan laporan dari 19 pimpinan Puskesmas yang sudah bekerja begitu serius.
“Alhamdulillah, laporannya sangat terperinci dan semua langkah sudah dijalankan. Selanjutnya kita akan terus koordinasi agar semuanya terus dijalankan tanpa kenal lelah hingga situasinya benar-benar aman. Masyarakat Musi Rawas sendiri merasa begitu aman dengan upaya yang telah dilakukan para medis dan semua pihak, mulai dari penyemprotan desinfektan, sosialisasi langkah yang harus dijalankan dan banyak lagi termasuk pengawasan terhadap pendatang,” imbuhnya.

Disampaikan pula oleh orang nomor satu di Musi Rawas itu sampai dengan kemarin sudah lebih 3.000 orang lebih pendatang yang terdata. Semuanya sudah terpantau dan dilakukan screening dimana dalam kondisi sehat. Dan juga semuanya terus dipantau kondisinya oleh tenaga medis terutama yang menjalani isolasi mandiri setelah tiba dari daerah lain.

Bupati juga menambahkan, terkait kebijakan wajib untuk mengenakan masker telah dibuat kebijakan untuk memberdayakan masyarakat serempat.
“Jadi untuk pengadaan masker diupayakan tanggungjawab kecamatan masing-masing,” ungkapnya.

Maksudnya setiap kecamatan dioptimalkan untuk membuat atau produksi masker untuk membantu masyarakatnya.
“Misal kecamatan Tugumulyo yang sudah dengan tegas menyatakan siap. Untuk masker warganya tanggungjawab kecamatan. Jadi bagus ini, untuk membeli masker cukup yang diproduksi di kecaMatan masing-masing,” pungkasnya.

*Perhatian Pemerintah Luar Biasa

Kepala BLUD Puskesmas Pian Raya, dr. Syarifah Nadya Assagaf menyampaikan rasa leganya atas perhatian pemerintah daerah kepada mereka para tenaga medis di pedesaan. Selain sarana pendukung seperti APD dan kelengkapannya, perhatian khusus dari Bupati H Hendra Gunawan menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka.
“Kita ketahui bahwa saat ini tenaga medis banyak yang menjadi korban terjangkit virus Corona ini. Makanya kami sangat butuh dukungan dan Alhamdulillah ini sudah diberikan pemerintah daerah. Salah satunya melalui teleconfrence dengan Bapak Bupati kami menjadi makin semangat. Luar biasa Bapak Bupati menyemangati seluruh tenaga kesehatan Musi Rawas dan ini menjadi salah satu penyemangat kami untuk memberikan pelayanan maksimal,” kata dr. Syarifah Nadya Assagaf.

Disampaikannya, di Puskesmas Pian Raya tenaga medisnya ada 30 orang dengan Pustu dan Polindes melayani masyarkat di enam desa. Karena lokasi desanya yang berjauhan maka dibuat tim medis masing-masing ada 3 sampai 4 orang tenaga medis per desa yang tinggal di desa untuk memantau secara langsung dan akurat warganya. Dan sampai kemarin sudah ada 44 warga pendatang yang terdata dan dilakukan screening dimana semuanya dalam kondisi sehat, tidka ada menunjukkan gekala sakit.

“Karena wilayahnya jauh-jauh maka tenaga medisnya dibagi dalam tim dan sisanya pelayanan di Puskesmas,” kata dr. Syarifah secara menyampaikan Puskesemanya memiliki tiga orang dokter umum dan satu dokter gigi.

*Puskesmas Sungai Bunut Pantau 30 Pendatang

Sampai dengan Senin (6/4) ada 30 pendatang yang mendapatkan pantauan Puskesmas Sungai Bunut. Kepala Puskesmas Sungai Bunut, Azmali Thamrin menyampaikan ke-30 pendatang tersebut sudah dilakukan screening dan pemeriksaan untuk memastikan apakah memiliki gejala terkena virus Corona.

“30 pendatang yang telah discreening dalam kondisi sehat dan akan kita pantau terus selama menjalani isolasi mandiri,” kata Azmali Thamrin.

Ditambahkan pria yang akrab disapa Eng itu, Puskesmas Sungai Bunut sendiri memiliki wilayah tugas di tujuh desa.
“Selain mendata dan memantau para pendatang kita juga terus melakukan sosialisasi terkait apa yang harus dilakukan masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona itu. Kita juga telah melaksanakan penyemprotan Desinfektan sebanyak tujuh kali di 7 desa,” imbuhnya. (pnc)