Buronan Begal Ditangkap Saat Pulang Kampung

AMANKAN : Tersangka Haidir (18), saat diamankan di Mapolres Empat Lawang, Selasa (6/3). Foto : Polres Empat Lawang for Harian Silampari.

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Buronan kasus begal langsung diciduk polisi, saat pulang ke rumah keluarganya setelah beberapa bulan lalu melarikan diri ke kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (6/3) sekitar jam 11.00 WIB.

Tersangka yang diketahui bernama Haidir (18), warga Pulau Mas, lingkungan Tanjung Beringin, Keluarahan Pasar Tebing Tinggi, merupakan pelaku begal terhadap seorang guru yang terjadi pada tahun lalu, berdasarkam laporan bernomor LP/B-88/XI/2017/Sumsel/Res Empat Lawang/ tanggal 20 Nopember 2017.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setyawan melalui Kasat Reskrim Polres Empat Lawang, AKP Robi Sugara mengatakan, penangkapan salah seorang tersangka begal ini, berawal dari informasi yang menyebutkan salah seorang tersangka begal yang sebelumnya bersembunyi ke Medan, Sumatera Utara (Sumut), sudah berada di rumah keluarganya di Pulau Mas, lingkungan Tanjung Beringin, Keluarahan Pasar Tebing Tinggi. 

Mendapapati informasi tersebut, Tim Elang Polres Empat Lawang, langsung meluncur ke lokasi rumah keluarga tersangka dan berhasil menangkap tersangka tanpa perlawanan. 

“Tersangka diintrograsi dan mengakui perbuatan begalnya terhadap guru tersebut. Kemudian tersangka langsung kita bawa ke Mapolres untuk didalami kasusnya,” jelas Robi.

Diceritakan Robi, kejadian begal yang dilakukan tersangka terhadap guru yang diketahui bernama Ice Trisnawati (28), warga Lorong Sawah, Kelurahan Jayaloka Kecamatan Tebing Tinggi, berawal saat sang guru sedang mengendari sepeda motor merk Yamaha Soul, bernomor polisi BG 4831 HM, di kawasan jalan raya Padang Ajan, Kecamatan Tebing Tinggi, Senin (20/11/2017) lalu, sekitar jam 7.30 WIB.

“Tersangka Haidir bersama temannya yang saat ini masih buron, berjalan kaki menghadang korban sambil menodongkan senjata api sambil berkata, Angkat Tangan. Kemudian korban berhenti karena takut ditembak,” ceritanya.

Selanjutnya tersangka bersama temannya itu, menggeledah baju korban dan mengambil satu unit Hp merk Xiomi Reg 2 Pro warna biru dongker dan merebut sepeda motor korban. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp9,5 juta.

“Tersangka Haidir ini, saat kejadian masih tergolong anak-anak, karena masih berumur 17 tahun, kalau sekarang dia sudah berumur 18 tahun,” tukasnya. (HS-04)