Butuh Biaya Anak Kuliah, Mantan Kades Terlibat Peredaran Upal

SILAMPARI ONLINE,

MUSI RAWAS
-Jajaran Polres Musi Rawas menggelar press rilis di Mapolres Mura pada Rabu, 4 maret 2020, penangkapan pelaku pengedar uang palsu yang sempat mengedarkan di wilayah kecamatan Tugumulyo dan Purwodadi.
Dalam press rilis yang dipimpin langsung Waka Polres Musi Rawas Kompol Handoko Sanjaya, dihadiri Kajari Lubuklinggau Zairida, perwakilan Lapas Lubuklinggau, dan instansi lainnya.

Kompol Handoko Sanjaya menyampaikan, penangkapan kedua tersangka terjadi pada 27 Februari 2020 yang dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. “Pertama petugas Satreskrim dan Petugas Mapolsek Tugumulyo meringkus tersangka Tusiman diacara persedekahan di Desa E Wonokerto, Kamis (27/2/2020).sekitar pukul 12.00 WIB. Dan Kemudian meringkus tersangka, Kuswanto yang berada di Desa Sadarkarya, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Mura, sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis (27/2/2020),” ungkapnya.

Muat Lebih

Lanjut dia menerangkan, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti Dari tangan tersangka Tusiman, Upal pecahan Rp100.000 dan pecahan Rp 50.000 uang senilai Rp4.400.000, yang disimpan di dalam kursi sofa di ruang tamu.
Kemudian dari tersangka, Kuswanto petugas menyita BB, upal pecahan Rp100.000 sebanyak 197 lembar senilai Rp19.700.000 yang ditemukan dikamar depan rumahnya.

Sementara itu, tersangka Tusiman yang juga mantan Kades di Tugumulyo menyampaikan, bahwa dirinya membeli uang palsu sebanyak Rp24,1 juta seharga Rp10 juta. Uang tersebut ia dapatkan dari seorang pengedar di pulau Jawa.
“Saya juga tertipu, awal bertemunya dengan penjual upal, saya ditawari pinjaman lunak lalu saya respon, karena saat itu saya sangat membutuhkan uang untuk anak kuliah,” cerita dia.

Dirinya bertemu di Tiga Raksa Tangerang dan diajak keliling lalu terjadi transaksi upal. Selanjutnya upal dibawa pulang ke Musi Rawas, ia pun telah membelanjakan uang palsu tersebut diwilayah Tugumulyo, meski telah sering ketahuan dalam aksinya mengedarkan uang palsu, namun pelaku tetap melakukannya.

“Beberapa kali saya dikomplen oleh pemilik warung dan saya tukar lagi dengan uang asli,” akunya.

Laporan : Nofi Ardianto
Editor : Agus Hubya H