Butuh Kemauan yang Kuat

□ Menengok Aktifitas Doni Pelukis Asal Lahat

Jiwa seni seperti seorang pelukis tak bisa dimiliki setiap orang. Seorang pelukis sendiri bisa menciptakan karya seni yang indah tentunya tak musti belajar di sekolahan tinggi maupun tempat les dan kursus melukis yang bagus dan mahal. Berikut liputannya.

Laporan : Nopiriadi/Lahat.

BERANGKAT dari hobi dan kemauan yang keras, Doni (35) warga Kelurahan Pasar Lama Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat membuktikan, bahwa menjadi seorang pelukis tak mesti harus terlebih dahulu duduk di tempat les ternama, namun bakat lukisnya bisa didapatnya sendiri secara otodidak. 

Namun, menjadi pelukis bukan tanpa perjuangan, suka dukapun pernah dirinya lalui di ibu kota. Selama tujuh tahun menjadi pelukis jalanan di Jakarta, dirinya juga sempat ke kota Denpasar Bali, bahkan ke negara tetangga seperti Malaysia.

Mungkin, karena teringat dengan kampung halaman, meski karena hobi yang sudah mengakar sampai akhirnya dirinya memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya di Bumi Seganti Setungguan, Kabupaten Lahat. 

“Ya begitulah, hari-hari harus dijalani dan jangan dijadikan beban. Yang namanya hobi tentunya akan kita geluti sampai akhir hayat,” ungkap Doni saat dibincangi di sela sela aktifitasnya melukis di pelataran ruko di Kelurahan Pasar Baru, Selasa (27/2).

Doni mengatakan, dirinya tidak bakal hengkang dari profesinya, namun dia juga tidak menampik untuk bisa memiliki usaha lainnya. Dikatakannya, profesinya ini tidaklah mudah untuk dimiliki semua orang.

“Paling nantinya saya bakal hijrah ketempat lain, kalau untuk hengkang rasanya tidak,” ujarnya.

Dulu, diceritakan Doni pernah ada upaya mengajarkan seni lukis yang dimilikinya ke beberapa anak-anak. Diapun mencoba mencoba mendidik bagaimana menjadi seorang pelukis kepada anak-anak itu. Namun karena tak adanya kemauan yang kuat dari anak yang dididiknya akhirnya sistem belajar les lukis dirinya hentikan.

“Dulu pernah ada yang les privat, namun terhenti, karena aktivitas ini memang harus ada kemauan yang kuat,” kenangnya.

Untuk harga lukisan yang dirinya patok, harganya cukup bervariasi mulai dari 200-ribuan sampai jutaan rupiah. “Harga lukis saya berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah,” jelasnya. 

Lebih lanjut dikatakan Doni, dirinya berharap hobi dan bakat yang dirinya miliki bisa sedikit lebih diperhatikan pemerintahan setempat.

“Bakat ini bisa ditempatkan dimana saja. Sejauh ini memang saya belum ajukan proposal ke pemerintah, semoga kedepannya ada solusi yang bagus buat hobi saya,” pungkasnya. (HS-06)