Calon Perseorangan Akis-Baikuni Siapkan Data Cadangan 12 Ribu Dukungan

*Pilkada Muratara 2020

SILAMPARI ONLINE,

Bacaan Lainnya

MURATARA-Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Telah rampung melaksanakan vaktualisasi data pemilih jalur perseorangan. Hasilnya, masih dirahasiakan karena KPUD masih menunggu tahapan pleno resmi.
Informasi dihimpun, tahapan vaktualsasi data dukungan jalur persorangan di muratara, sudah mencapai 100 persen. Namun informasi itu, belum bisa diumumkan ke publik dengan alasan harus menunggu jadwal resmi.  Hal ini diungkap secara langsung Komisioner KPUD Muratara, divisi data Heriyanto, saat dibincangi Selasa (14/7).
“Kita tunggu tahapan resminya saja, nanti semuanya dibuka apakah sudah memenuhi atau belum. Berapa data yang tidak masuk dn berapa data yang dianggap tidak masuk,” katanya.
Terkait sejumlah data hasil vaktualisasi yang beredar di masyarakat. Dia mengungkapkan data itu tidak bisa di pertanggungjawabkan, karena hasil resmi dari vaktualisasi, final di umumkan dalam pleno di tingkat KPUD.
“Data itu saat ini masih di tingkat kecamatan, kalau ada data yang keluar kita belum bisa pastikan data itu benar atau tidak. Karena jadwal pleno belum kita laksanakan,” timpalnya.
Disinggung menggenai berapa banyak jumlah data yang eror, tidak terkonfirmasi dan tidak masuk suara. Heriyanto menegaskan enggan mengomentari lebih lanjut.
“Sebaiknya tunggu pleno saja, kami sebagai penyelenggara bisa menjadi kesalahan kalau mengumumkan sebelum tahapan,” tutupnya.

Informasi beredar di masyarakat, hasil vaktualisasi Balon H Akis Ropi Ayub dan Baikuni Anwar, tidak memenuhi syarat minimal yang telah di tetapkan KPUD Muratara. Namun, kekurangan itu masih bisa disusul di waktu perbaikan data yang akan di berikan oleh pihak KPUD.

Jumlah dukungan yang di vaktual 16779, data MS 13461, data TMS 1951, belum verfak 846, tidak ditemukan 521. Sebelumnya, Nevi ketua tim pemenangan H Akis Ropi Ayub-Baikuni Anwar, saat dihubungi mengungkapkan. Jika pihaknya belum bisa mempercayai hasil yang sempat beredar tersebut.

“Mengenai adanya data TMS dan lainnya yang sempat beredar, itu belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena harus ada bukti apakah itu TMS atau bukan, karena sampai saat ini kita belum masuk tahapan pleno di KPU,” ujarnya.

Dia mengaku, sudah menyiapkan sekitar 12 ribu data cadangan yang sudah mereka rekap lengkap dan terkonfirmasi beserta orangnnya.
“12 ribu lagi sudah ada data cadangan kalau ada perbaikan, semuanya lengkap ada orangnya dan bisa di hadirkan semua. Intinya kita tunggu pleno saja,” tutupnya.(KHS)