Daging Sapi, Telur dan Daging Ayam Ini Harganya di Pasar Tebing Tinggi

RAMAI : Kondisi di kawasan Pasar Pulo Emass Tebing Tinggi, terlihat ramai menjelang hari raya Idul Adha, Sabtu (10/8/2019). Foto : Fahrurozi/Silampari Online

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Harga daging sapi, telur dan daging ayam terpantau stabil di Pasar Pulo Emass Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, pada H-1 perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah, Sabtu (10/8/2019), pagi sekitar jam 7.30 WIB.

Dari pantauan Silampari Online, di kawasan pasar yang berada di kawasan depan Mapolres Empat Lawang tersebut, harga daging sapi dijual Rp120 ribu per kilogram (kg). Sementara harga daging ayam potong dijual Rp35 ribu per-kg dan telur ayam dijual Rp45 ribu per karpet.

Muat Lebih

Jika dilihat dari harga hari sebelumnya, harga daging sapi turun sebesar Rp10 ribu per-kg. Untuk daging ayam tidak ada kenaikan maupun penurunan harga. Hanya saja, telur ayam mengalami sedikit kenaikan sebesar Rp3 ribu per karpet dari harga sebelumnya.

Sementara itu, harga cabai di level Rp80 ribu per-kg dan cabai rawit diposisi Rp65 ribu per-kg. Bawang merah dan bawang putih tidak ada lonjakan harga, karena tetap dijual di Rp30 ribu per-kg.

Salah seorang pedagang di kawasan Pasar Pulo Emass, Rita mengatakan, stabilnya harga di Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, karena mencukupinya stok bahan-bahan kebutuhan pokok menjelang hari raya kurban tahun ini. 

“Di samping itu memang, tidak ada aksi borong oleh para konsumen, karena lebaran haji tahun ini tidak dibarengi libur panjang,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, perayaan Idul Adha berbeda dengan perayaan Idul fitri. Di Hari Raya Idul Adha, warga membeli kebutuhan pokok seperlunya saja. “Yang perlu diwaspadai, lonjakan harga justru setelah hari H. Karena banyak warga yang menggelar hajatan pernikahan pasca Idul Adha,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan salah seorang warga Tebing Tinggi, Iwan. Dia mengatakan tidak adanya lonjakan harga barang-barang kebutuhan pokok yang berarti di Pasar Tebing Tinggi, karena warga membeli secukupnya saja.

“Seperti daging, jika pada perayaan Idul Fitri lalu membeli 2 kg, pada lebaran kurban mereka hanya membeli 1 kg saja. Turunnya daya beli ini juga karena faktor lesunya ekonomi petani, karena belum membaiknya harga produk pertanian, seperti karet dan sawit,” tukasnya. (05)