Dana Tahap II Belum Cair Pembangunan Terhenti

BELUM : Bangunan MCK yang belum berfungsi dan pengerjaannya pun terhenti karena menunggu dana tahap II, Rabu (9/10). Foto : Diah Anggraini/HS.

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Warga di Dusun VI Desa Mekarjaya (IIIA) Kecamatan Tebing Tinggi, belum bisa menikmati air sumur bor bantuan pemerintah, meski telah mendapatkan bantuan yang dimaksut.

Pasalnya, bangunan MCK yang nantinya direncanakan akan dibangun dengan fasilitas kamar mandi dan wc umum tersebut belum selesai dan terkesan terbengkalai karena tidak ada aktivitas pengerjaan bangunan tersebut.

“Sudah lebih kurang dua mingguan ini para tukang yang biasanya bekerja setiap hari sudah tidak bekerja lagi,” kata Subhan, salah seorang warga, Rabu (9/10).

Dia menyebut, seharusnya pemerintah yang memberikan bantuan itu harus peka dengan kondisi masyarakat sebab masyarakat khususnya dusun IV sedang mengalami susah akan air bersih. Jangankan untuk kebutuhan air minum mandipun mereka harus mencari hulu sungai-sungai kecil untuk mendapatkan air bersih.

“Sudah hampir empat bulanan kami kesusahan air bersih.Seharusnya bangunan inilah bisa menjadi solusi bagi masyarkat kalau langsung dibuatkan sumur bor tapi malah dibagunkan bangunan yang belum jelas kegunaannya seperti ini dan pengerjaannya pun sekarang terhenti,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Empat Lawang, Syarkowi Rasyid melalui Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK), Wisnu Wardhana saat dikofirmasi menjelaskan, saat ini proyek yang menggunakan dana APBN tersebut sedang proses pencairan dana tahap II dan kemungkinan akan cair pada Oktober ini.

“Iya, untuk pembangunan MCK itu masih nunggu pencaiaran tahap dua. Dananya itu akan cair tiga tahap, untuk tahap satu sendiri ialah yang sudah dibangunkan tersebut, dan tahap dua nanti kita pastikan akan lanhsung dilakukan pengeboran,” katanya.

Lanjut Wisnu, untuk pencaiaran sepenuhnya diserahkan ke pihak desa untuk mengelola uang tersebut dengan baik sebagaimana mestinya.

“Mandat sepenuhnya kita serahkan ke kades dan itupun langsung masuk ke rekening desa. Jadi kami harap kades jangan main-main dengan uang negara tersebut karena kebutuhan akan air itu sangat penting dan dibutuhkan masyarakat banyak,” tukasnya. (KHS-05)

Penulis : Diah Anggraini
Editor: Fahrurozi
Redaktur: Agus Hubya Handoyo