Deklarasi Kampanye Damai Berakhir Ricuh

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Acara deklarasi kampanye damai digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Empat Lawang di kawasan Pulo Emass Tebing Tinggi, berakhir ricuh, Minggu (18/2).
Acara dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan pawai kendaraan dari depan kantor sekretariat menuju kawasan Pulo Emass. Awalnya berjalan sebagaimana biasanya. Konvoi kendaraan paslon nomor 1 tiba terlebih dahulu tiba di kawasan Pulo Emass dan selang sekitar satu jam kemudian, konvoi kendaraan paslon nomor 2 juga tiba di kawasan Pulo Emass.
Setelah seluruh paslon dan pendukung menempati tempat duduk yang disediakan, acara akhirnya dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama-sama.
Selanjutnya, setelah penyampaian kata sambutan dari Ketua KPU Empat Lawang dan diikuti dengan orasi yang disampaikan Ketua Panwaslu Kabupaten Empat Lawang, berlanjut kepenandatangan deklarasi damai berlangsung penuh keakraban.

Muat Lebih

Setelah penandatangan tersebut, selanjutnya giliran paslon nomor urut 1 menyampaikan orasi. H Eduar Kohar (HEK) selaku calon Wakil Bupati nomor urut 1 yang tidak didampingi Calon Bupatinya, H David Hadrianto Aljufri (HDA) karena berhalangan hadir, berorasi hingga selesai.
Tiba giliran paslon nomor urut 2, H Joncik Muhammad (JM) bersama Yulius Maulana (YM) menyampaikan orasi diawali kata pembuka awal dari JM dan langsung diserahkan ke wakilnya YM dan selanjutnya kembali diserahkan ke JM. Saat orasi JM inilah, entah apa sebabnya dan siapa yang memulai hingga terjadi ketegangan dan terjadi bentrok fisik antar pendukung.
Beruntung aksi baku hantam antar kedua pendukung paslon langsung dinetralisir aparat TNI dan Polri dengan memisahkan kedua kubu hingga bentrokan tidak meluas. Hanya saja, hingga berita ini naik cetak, kedua kubu masih bertahan di posisi masing-masing hingga membuat kondisi di lokasi masih mencekam. Namun pantauan di malam hari, siatusi berangsung-angsur kondusif. Jika massa pendukung HDA-HEK masih tertahan di kawasan Pulo Emass, massa pendukung JM-YM justru berada di kawasan jembatan dan depan Mapolres Empat Lawang, yang notabene-nya merupakan pintu masuk kawasan Pulo Emass, hingga membuat kondisi semakin mencekam.

Sebelumnya, dalam sambutannya di acara dekalarasi kampanye damai yang digelar tersebut, Ketua KPU Kabupaten Empat Lawang, Mobius Alhazan menyampaikan, pada dasarnya seluruh pasangan calon yang belaga di pilkada Empat Lawang, adalah keluarga. Selaku penyelenggara pemilu di Kabupaten Empat Lawang, berharap pelaksanaan pilkada berlangsung damai. “Pelaksanaan pilkada adalah suksesi yang biasa, bagian dari siklusnya demokrasi. Jadi tidak ada tandatangan lebih dari itu,” ujar Mobius.

Sesuai dengan amanat Undang-undang, siklus demokrasi harus dilalui. Bagi KPU Empat Lawang, dukatakan Mobius, tidak ada yang istimewa dalam menjalankan siklus ini. “KPU melayani, dalam artian kebutuhan kawan-kawan tim pemenangan akan kami layani sebaik-baiknya sesuai dengan porsi kami sebagai penyelenggara pemilu,” imbuhnya.

Dijelaskannya, titik kampanye dimulai pada 15 Februari lalu, namu  KPU secara nasional memulai deklarasi damai pada hari ini (kemarin, Red). Semua pihak lanjut dia, kampanye selama 102 hari berlangsung aman, kedamaian dan kebaikan. “Artinya, kita sama-sama lakasanakan kampanye ini dengan semangat tang sama membangun Empat Lawang. Siapapun nanti terpilih adalah pemimpin kita. Jangan gara-gara kampanye kita retak, karena kampanye merupakan media paslon menyampaikan visi-misinya,” tandasnya. (HS-04)