Demi Selamatkan Anjing, Warga Tambangan Tenggelam

SILAMPARI ONLINE,

MUSI RAWAS- Hendak menyelamatkan anjing yang tercebur ke Sungai Musi, Edi Santoso (38) warga Dusun IV Desa Tambangan Kecamatan BTS Ulu, hilang tenggelam di Sungai Musi. Korban tenggelam pada Selasa (1/9) Sekitar Pukul 17.00 Wib.

Bacaan Lainnya

Informasi kejadian bermula Selasa (1/9) korban keluar rumah bersama anjingnya pemeliharaannya untuk mencari monyet dihutan. Setelah selesai mencari monyet Sekitar Pukul 16:00 Wib korban bersama anjing pemeliharaannya hendak pulang kerumah dengan menyebrangi sungai musi, pada saat itu anjing korban tidak mampu menyebrang sungai, korban berusaha untuk menolong anjingnya menyebrang.

Hanya saja, naas korban terpeleset dan tenggelam disungai, adik korban yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian sempat mendengar teriakan minta tolong korban, pada saat adik korban sampai dilokasi korban sudah tidak terlihat. Kemudian adik korban melaporkan kejadian ini ke Kepala Desa untuk melaksanakan pencarian

“Kejadiannya, saat korban berburu disisi sungai musi, lalu anjing milik korban terjatuh ke sungai, selanjutnya korban terjun ke sungai untuk menyelamatkan anjingnya,” kata Kepala Desa (Kades) Tambangan Amir Mahmud, Rabu (2/9).

Menurut ia, diduga kuat korban tidak bisa berenang, sehingga tenggelam dan sampai saat ini, jenazah korban belum ditemukan.

“Kami sedang melakukan pencarian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura. Sebab, kuat dugaan korban tenggelam dengan ditemukan pakaian korban di sungai musi,”terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Mura, Darsan didampingi Kasi Logistik dan Kedaruratan, Eko Sefriwan menjelaskan, pihaknya menerima informasi Sekitar Pukul 19.30 Wib mengenai kejadian tersebut dan langsung terjun kelokasi kejadian dengan membawa peralatan water rescue. Selanjutnya, pada Pukul 23:00 Wib BPBD Mura sampai dilokasi kejadian, kondisi yang sudah larut malam tidak memungkinkan Tim untuk melaksanakan pencarian. Namun tim melaksanakan pengambilan titik koordinat dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan masyarakat setempat. Kemudian, hari ini (kemarin) tim bergerak untuk memulai pencarian dengan menyisir serta melakukan sircle disekitar lokasi korban tenggelam.

Kemudian setidaknya ada dua perahu karet yang diterjunkan bersama 15 petugas gabungan Basarnas. Dimana, sistem pencairan dengan sircle atau mengelombangkan air agar apabila tersangkut didalam air bisa muncul kepermukaan dengan penyisiran 30 meter dari radius korban tenggelam. Bahkan, tim masih dilapangan untuk melakukan pencairan agar korban dapat segera ditemukan. (Krs)