Desak Penghentian Permanen Pengoperasian Sumur Gas

Tutup Tampak papan plang yang dipasang warga di lokasi sumur gas PT Medco E&P yang diminta untuk pengoperasiannya ditutup secara permanen (Foto Rabu 4-9-2019)

Medco E&P Terus Berkoordinasi dengan Aparat di Dusun Panglero

MUSI RAWAS- Pasca ledakan sumur gas PT Medco E&P di Dusun VII Panglero Kecamatan Semangus Lama Kecamatan Muara Lakitan masih menyisakan kekhawatiran terhadap warga setempat. Bahkan, warga mendesak agar sumur gas tersebut dihentikan pengoperasiannya secara permanen.
“Warga tidak senang dengan keberadaan sumur bor PT Medco di Dusun Panglero pasca ledakan beberapa hari yang lalu,”kata Sampur warga Dusun Panglero Desa Semangus Lama, Sampur kepada Harian Silampari, Rabu (4/9).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa untuk jarak sumur gas PT Medco dengan permukiman hanya berkisar 30 kilometer dan dianggap terlalu dekat.
“Jarak ini sangat dekat dengan permukiman. Sehingga, jika terjadi ledakan kembali akan membahayakan warga,”terangnya.
Menurutnya, tuntutan warga yang mendesak penutupan secara permanen pengoperasian sumur gas ini bukan tanpa alasan. Mengingat, disamping membuat resah maka keberadaannya tidak memberikan dapat yang positif.
“Intinya sumur gas PT Medco tidak memberikan kontribusi bagi masyarakat. Melainkan, hampir menjadi petaki bagi seluruh masyarakat panglero,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Semangus Lama Kecamatan Muara Lakitan, Jusani menjelaskan bahwa saat ini warga Dusun Panglero masih trauma pas adanya kejadian ledakan sumur gas tersebut. Apalagi, dalam peristiwa ini membuat tiga warganya di Dusun tersebut keracunan gas.

Muat Lebih

Ditempat lain, salah satu warga Desa Sadu Kecamatan BTS Ulu, Saiful (43) mengatakan, bahwa sekitar Pukul 11.00 Wib warga dikejutkan dengan bocornya ruas saluran pipa gas PT Medco. Akibatnya, warga tidak berani keluar masuk desa lantaran lokasi bocornya pipa gas itu tepat di tepi jalan, tak jauh dari pemukiman warga.
“Waktu kami lewat semburan gas sudah cukup tinggi, kami lewat jadi takut. Kami khawatir, jika kerusakan ini tidak segera diperbaiki akan menimbulkan ledakan yang besar,” kata Saiful kepada Harian Silampari , Rabu (4/9/)
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, sejumlah warga dan perangkat Desa telah melaporkan hal ini ke perusahaan lewat beberapa personal yang mereka kenal. Namun hingga pukul 13.30 Wib belum ada tanda-tanda kebocoran itu bakal diperbaiki. Sedangkan, semburan gas semakin lama semakin tinggi dan besar.
“Untuk laporan sudah disampaikan. Namun, belum ada petugas yang datang dan kami warga tidak berani untuk melintas,”terangnya.
Terlepas dari itu, dirinya berharap pihak PT Medco dapat secepatnya turun untuk memperbaiki kebocoran pippa gas tersebut. Sebab, bila dibiarkan maka dikhawatirkan nantinya menimbulkan ledakan besar dan membahayakan warga.
“Kami minta secepatnya kebocoran ini segera diperbaiki sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,”pungkasnya.

PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) terus berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melaksanakan kegiatan penanganan pasca kejadian di Dusun Panglero, Desa Semangus, BTS Ulu, Musi Rawas. Perusahaan juga telah melakukan pemeriksaan medis pada beberapa warga dengan hasil, tidak ada warga yang terdampak akibat kebocoran pipa.

Sebagai informasi, dalam hal pengamanan sumur dan pipa migas, Perusahaan juga selalu melaksanakan patroli berkala yang dilakukan oleh pekerja. Selain itu, Perusahaan juga bekerja sama dengan warga sekitar untuk mengamankan aset Negara. Terkait penyebab kejadian, Perusahaan tengah mengidentifikasi berbagai aspek untuk memastikan agar kejadian tidak terulang kembali.

Menurut Manager Institutional Relations Medco E&P Sutami, sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama, Perusahaan memiliki tugas melakukan operasi di bawah pengawasan SKK Migas. Perusahaan juga selalu mengutamakan Keselamatan pekerja dan masyarakat dalam menjalankan operasi. Untuk itu, kami berharap, dukungan masyarakat sehingga Perusahaan dapat terus beroperasi,” ujar Manager Institusional Relations Medco E&P Sutami. (HS-03)

(HS-03)