Dewan Pers Berikan Masukan ke Presiden, Hentikan Pemasangan Iklan di Media Asing

SILAMPARI ONLINE,

JAKARTA –Dewan Pers memberikan masukan pada Presiden agar menghentikan pemasangan iklan di platform/media asing. Namun mengutamakan sosialisasi program pemerintah dan BUMN di media arus utama.

Bacaan Lainnya

Ini salah satu  garis besar yang disampaikan Dewan Pers dan jajaran konstituen dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Bogor, Rabu (22/7/2020).

Pemerintah mendapatkan masukan dari asosiasi penerbit media arus utama Konstituen Dewan Pers untuk mendapatkan sejumlah kebijakan di tengah wabah Virus Corona (Covid-19) yang secara jelas mendegradasi sendi ekonomi bangsa tak terkecuali perusahaan media cetak, maupun elektronik.

Presiden Joko Widodo yang didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerad Plate mengatakan pemerintah akan menindaklanjuti sejumlah kebijakan khusus itu terkait baik pembayaran pajak, pembayaran listrik, BPJS Kesehatan, BPJS Tenaga Kerja, dan pengurangan bea impor kertas koran.

”Tadi Dewan Pers bersama SMSI dan jajaran konstituen menyampaikan beberapa hal penting yang menjadi desakan kita. Baik soal adanya stimulus pembayaran pajak, BPJS kesehatan dan Ketenaga Kerjaan. Ya termasuk pengurangan bea impor kertas koran,” terang Ketua SMSI Pusat Firdaus.

Beberapa poin tersebut, sambung dia, akan ditindaklanjuti Presiden dengan menggelar rapat Kabinet. ”Benar, tadi disampaikan secara gamblang bahwa poin-poin itu akan menjadi pembahasan. Presiden janji Kamis (23/7/2020) akan  menggelar rapat kabinet terbatas untuk menindaklanjuti pertemuan tadi dan hasilnya segera diumumkan dan disampaikan kepada Dewan Pers dan seluruh konstituennya,” jelas Firdaus.

Semoga saja, lanjut dia poin-poin itu direalisasikan, sejalan dengan harapan seluruh media yang ada di Indonesia, khususnya yang menjadi konstituen Dewan Pers. ”Kita kembali berharap kepada Presiden semoga langkah dan realisasi yang akan dilakukan memberi angin segar kepada media arus utama nasional dan daerah agar terus bertahan di tengah Pandemi Covid 19,” jelasnya.

Untuk diketahui, pertemuan dengan Presiden Jokowi merupakan puncak roadshow setelah sebelumnya tim beraudiensi dengan pihak pihak terkait demi memperjuangkan eksistensi jurnalisme yang baik. (*)
Sumber: fin.co.id