Diduga Ada Pungli 75 Ribu, Dilakukan Oknum BPD Desa Muara Karang

SILAMPARI ONLINE, Dugaan pungli di lakukan oleh oknum BPD Desa Muara Karang, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, dalam penyaluran Bantuan Sosial Tunai ( BST), Kementrian Sosial (Kemensos) RI tahap tiga tahun 2020, sebesar 75 ribu rupiah per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sumber kami dilapangan menyebutkan, pada saat pencairan BST di Kantor POS Kecamatan Pendopo beberapa waktu lalu, sejatinya setiap Kpm mendapatkan uang tunai sebesar 600 ribu rupiah, namun kenyataannya setiap KPM hanya menerima 525 rubu rupiah, mereka (KPM,red) diminta menyetorkan kembali uang sebesar 75 ribu rupiah ke salah seorang oknum BPD Desa Muara Karang berinisial Ms dan Id, dengan dalih untuk perpanjangan kartu BST.

Bacaan Lainnya

“Yang bersangkutan menyampaikan langsung ke kami, katanya BST ini sudah habis, untuk perpanjangan kartu BST kami barus setor 75 ribu,” ungkapnya saat dibincangi wartawan, Minggu (12/07/2020).

Ia menceritakan, pada saat itu selesai pencairan BST mereka diminta memasukan uang sebesar 75 ribu rupiah kedalam kertas undangan, di lipat, kemudian satu persatu KPM diminta  menyerahkan langsung ke oknum BPD Desa Muara Karang.

“Banyak, semua KPM yang mencairkan BST hari itu di potong 75 ribu,” tadasnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Muara Karang, Sudirman, saat dinkomfirmasi menerangkan tidak mengetahui tetang adanya potongan yang di lakukakn oknum BPD di Desanya.

“Tetang pemontongan itu saya tidak tahu, masyrakat di sini juga tidak ada yang melapor dengan saya,” terangnya.

Terkait hal itu, Ketua BPD Desa Muara Karang inisial Ms, saat dikonfirmasi langsung, berdalih tidak ada potongan dari pihanya, pada saat mendampingi KPM Desa Muara Karang mencairkan BST tahap tiga di kantor pos Kecamatan pendopo.

“Tidak ada pemotongan sama sekli, tidak ada potongan,” ucapnya singkat. (KHS-03)