Diduga Membakar Lahan, Guru Honorer SD Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
Kabagops Polres Kapuas AKP Iqbal Sengaji bersama Kasat Reskrim dan Polsek Kapuas Barat membacakan pengungkapan kasus Karhutla. (ALEXANDER/RADAR SAMPIT/JPG)

Silampari Online

JawaPos.com – Aparat Polres Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), menangkap PAT, 50. Warga Desa Saka Mangkahai, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas ini diduga membakar lahan di wilayahnya.

Bacaan Lainnya

Kabagops Polres Kapuas AKP Iqbal Sengaji mengatakan, pelaku awalnya membakar lahan kebun miliknya sendiri di Daerah Desa Saka Mangkahai pada Sabtu (3/8) lalu. Saat membakar lahannya, pria yang merupakan guru honorer di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Kapuas Barat, itu meninggalkan lahan yang sedang terbakar. Keesokan harinya pada Minggu (4/8), api tersebut merambah ke lahan lainnya seluas lebih kurang 2 hektare. “Minggu (4/8), kami melakukan patroli dan melihat ada asap tebal di dekat lokasi, langsung kami datangi lokasi,” ungkap Iqbal sebagaimana diberitakan Prokal.co (Jawa Pos Group), Kamis (8/8).

Usai tiba di lokasi kebakaran, pihak kepolisian pun melakukan penyelidikan terhadap lahan yang terbakar. Polisi akhirnya mengetahui pemilik lahan tersebut dan menemukan beberapa kotak korek api lidi yang digunakan untuk membakar lahan tersebut. “Saat dilakukan penyelidikan inilah, personel menemukan barang bukti korek api lidi beberapa kotak dan setelah itu mendatangi pelaku, saat dimintai keterangan pelaku ini mengaku bahwa sehari sebelumnya melakukan pembakaran di lahan miliknya,” terangnya lagi.

Pelaku yang merupakan lulusan diplomat tiga (D3) ini pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena sudah melanggar peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tentang Karhutla. Polisi sudah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. “Efek jera terhadap oknum masyarakat yang melakukan atau sengaja membakar lahan, yang mana pasal yang kami sangkakan yaitu perda provinsi Kalteng No 5 tahun 2003 tentang pengendalian hutan dan lahan,” jelasnya. Iqbal menambahkan, tersangka akan dikenakan sanksi berupa ganti rugi. Dana akan diserahkan ke pengadilan dalam memutuskan hukuman tersangka karena dapat menjadi bencana Karhutla.

Editor : Fadhil Al Birra