Diduga Money Politic, Timses Caleg Dikeroyok

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : ISTIMEWA</div></small> <strong>KLARIFIKASI : </strong>Ketiga Komisioner Bawaslu Kabupaten Muratara gelar pertemuan tertutup dalam rangka mengklarifikasi antara pelapor dan terlapor terkait dugaan money politic di Kecamatan Nibung. Pertemuan itu berlangsung di Centra Gakkumdu Bawaslu Muratara di Muara Rupit, Jumat (19/4).

Silampari Online,

MURATARA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar pertemuan tertutup di ruang sidang Centra Gakkumdu Bawaslu Muratara di Muara Rupit, Jumat (19/4).

Muat Lebih

Pertemuan yang dihadiri ketiga Komisioner Bawaslu Kabupaten Muratara tersebut dalam rangka mengklarifikasi antara pelapor dan terlapor terkait dugaan money politic di Kecamatan Nibung, belum lama ini.

Sebelumnya, tanggal 15 April 2019 lalu telah ditemukan dugaan money politic yang akan dilakukan oleh tim sukses (timses) dari salah satu calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Muratara Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Rawas Ilir dan Nibung hingga berujung aksi pengeroyokan.

Informasi yang dihimpun, tindakan main hakim sendiri itu terjadi saat korban yang diketahui sebagai koordinator kecamatan (korcam) dari salah satu caleg tersebut tengah mengendarai sepeda motor dari arah Kecamatan Rupit hendak pulang ke rumahnya di Kecamatan Nibung.

Namun, di tengah perjalanan sekitar jembatan Sungai Kemang Desa Kelumpang Jaya, Kecamatan Nibung, korban dicegat dan langsung dikeroyok oleh sekelompok orang hingga korban mengalami luka memar di bagian kepala.

“Saat kejadian itu kondisi gelap karena malam hari, jadi korcam caleg ini langsung dikeroyok, setelah itu korban dan barang bukti uang yang diduga untuk serangan fajar langsung diamankan di Sekretariat Panwaslu Kecamatan Nibung,” kata narasumber Harian Silampari yang meminta namanya tidak ditulis.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Suhendro melalui Kapolsek Nibung, Iptu Denhar membenarkan adanya aksi pengeroyokan yang dilakukan sekelompok orang terhadap timses salah satu caleg yang terjadi di Desa Kelumpang Jaya tersebut.

Akan tetapi katanya, pengeroyokan itu terjadi karena adanya dugaan money politic. Sehingga permasalahan tersebut dilimpahkan ke pihak Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Muratara. Namun pihaknya menyayangkan aksi main hakim sendiri yang dilakukan sekelompok orang tersebut.

“Informasi sementara masalah dugaan money politic, jadi sudah kami limpahkan dan sudah ditangani oleh Gakkumdu Bawaslu, untuk data lengkapnya silahkan langsung saja mengkonfirmasi ke pihak Bawaslu,” kata Kapolsek.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Muratara, Munawir menjelaskan, berdasarkan pengakuan pelapor dan juga dibenarkan oleh terlapor bahwa memang benar telah terjadi pengeroyokan terhadap salah satu timses caleg.

“Kalau pengeroyokannya sudah pasti, karena ditemukan luka-luka di bagian kepala pelapor, dan juga diakui oleh para terlapor yang berjumlah tiga orang. Tapi kalau kasus politik uangnya masih dugaan, belum pasti,” katanya.

Untuk sementara ini, pihaknya belum bisa memastikan adanya tindakan money politic. Mengingat pelapor dicegat di jalan, bukan tertangkap tangan sedang melakukan money politic. “Ini masih dugaan, karena belum terjadi,” tegasnya.

Langkah selanjutnya kata Munawir, setelah mendengar keterangan dan klarifikasi dari pelapor dan terlapor, tim Gakkumdu Bawaslu Muratara akan membahas permasalahan tersebut secara bersama-sama.

“Setelah ini akan dibahas lagi bersama Gakkumdu, ada kami sendiri Bawaslu, ada kepolisian sebagai penyidik, dan kejaksaan sebagai penuntut umum,” ujarnya. (KHS-01)