Diduga Rekrutmen Tenaga Kerja PT BSS Tidak Transparan, Empat Desa Lakukan Aksi

Silampari Online,

Merapi Barat – Kantoktor tambang PT Bina Sarana Sukses (BSS) lakukan rekrutmen tenaga kerja yang diduga tidak adanya keterbukaan menejemen PT BSS dalam lakukan rekrutan tenaga kerja membuat Masyarakat di empat desa di Kecamatan Merapi Barat yakni Desa Telatang, Desa Muara Maung, Desa Merapi, dan Desa Keban Agung yang merupakan wilayah ring 1 melakukan unjuk rasa di PT BSS, Senin (21/1).
Dadang salah satu perwakilan unjuk rasa tersebut mengatakan bahwa warga meminta kepada pihak perusahaan untuk memberikan data kariyawan PT BSS.
“Ini bertujuan untuk mengoreksi data tersebut, agar dapat melihat data kariayawan apakah benar dari wilayah ring 1 atau tidak, ini tentu kami merasa tidak adil karena kami juga terdampak akan debu dan mata pencarian untuk anak cucu kami yang kurang” Ungkapnya
Lebih lanjut, Dadang mengatakan untuk itu warga juga merasa mempunyai keahlian dan mempunyai pengalaman yang cukup untuk bekerja diperusahaan tersebut.
“Karena ini juga manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat, kami minta keterbukaan dan saling kerja sama, supaya masyarakat di ring satu atau diwilayah perusahaan mempunyai memanfaat yang besar, jangan nilai kami dari perusahaan atau umur patokan 40 tahun, kami menuntut hak kami yang jelas ” Ujarnya
Menanggapi hal tersebut, Camat Merapi Barat Eti Listina SP MM menghimbau kepada warga tersebut untuk melakukan aksi unjuk rasa tetap pada dalam situasi aman dan kondusif.
“Jangan sesekali membuat anarkis, kalau bertabrakan dengan hukum, pengamanan akan ambil langkah pengamanan, jadi mari kita berunding bersama pihak perusahaan dengan berharap ada penyelesaian, kalau tuntutan masyarakat benar kita akan dukung sepenuhnya ” Ujarnya
Dalam hal ini, Kapolsek Merapi Barat AKP Herli Setiawan SIK juga menghimbau kepada warga agar tetap pada situasi aman dan kondusif.
“Mari kita lakukan mediasi dan musyawarah, jadi mari aspirasinya kita tampung, kalau memang tidak adil, maka perusahaan harus mendengarkan aspirasi masyarakat , karena kalau tidak adil, dan ada bukti pelanggaran, hukum maka kita akan periksa, karena negara kita negara hukum diatur oleh hukum” Ujarnya.
Oras selaku Divisi Legal PT BSS, mengatakan bahwa pihak perusahaan pada prinsipnya memang mengutamakan pekerja lokal dibandingan tenaga luar.
“Kami jujur tidak menolak masyarakat lokal, malah kami lebih senang masyarakat diwilayah ring 1 menjadi pekerja, ini orasi masyarakat akan kami tampung dan akan kita konfirmasi kepada owner PT Mas dan Pimpinanan kami di pusat” Ujarnya.
Dalam aksi unjuk rasa pihak aparat hukum dari TNi dan Polri juga ikut menertibkan masyarakat (Mg03/lapos)