oleh

Diduga Sering Dimarahi, Anak Ini Tega Bunuh Ibu Kandungnya

-Prabumulih-318 Dibaca

Silampari Online 

PRABUMULIH- Tersangka, Syamsul Bahri (42) warga Jalan KH Ahmad Dahlan Perum Maharani Griya Sejahtera Blok A6 Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur merupakan pelaku pembunuhan ibu kandungnya sendiri, Nurhayati (63) kediamannya.

Pelaku berhasil diamankan petugas Tim Nobatz Polsek Prabumulih Timur diback up Tim Gurita Polres Prabumulih, Selasa pagi (26/1/2021), Sekitar Pukul 09.00 Wib setelah mendapat informasi kalau tersangka diamankan petugas Stasiun di Peninjauan, Kabupaten OKU.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Herman Rozi SH MH didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH MH mengungkapkan, kalau korban sering dimarahi ibunya. <span;>Pada malam kejadian, Minggu (26/1/2021), Sekitar Pukul 19.30 Wib sempat terjadi cekcok antara ibu dan tersangka.

“Pengakuan tersangka, diakuinya sempat didapat ibunya menggunakan sebilah parah. Lalu, parang itu berhasil direbutnya dan di hujamkan sebanyak dua kali ke leher ibunya, Almarhumah Nurhayati (63) hingga ditemukan meninggal dunia di dapur rumah,” ujarnya kepada awak media, Selasa sore.

Pemicu tersangka tega berbuat sadis, lantaran depresi sejak lama dialaminya. Apalagi, sering dimarahi ibunya membuat emosinya meningkat. Sehingga, terjadilah kasus pembunuhan yang menghebohkan tersebut.

“Soal depresi tersebut, untuk memastikannya akan kita lakukan pengecekan terlebih dahulu ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Palembang,”terangnya.

Akibat kejadian itu, tersangka sendiri dijerat dengan Pasal 44 Ayat 3 UU No 23/2004 tentang KDRT.

“Ancamannya, 15 tahun penjara. Unsurnya, melakukan kekerasan dalam keluarga ibu kandungnya. Menyebabkan, meninggal dunia,” bebernya.

Tambahnya, usai membunuh didapati informasi tersangka melarikan diri ke arah Baturaja. Mengendus petunjuk itu, petugas melakukan pengejaran hingga akhirnya tersangka diamankan petugas Stasiun Peninjauan.

“Keterangan dari tersangka, usai membunuh ia berjalan menyusuri rel kereta api (KA) hingga ke Stasiun Peninjauan hingga diamankan petugas Stasiun,”paparnya.

Kapolsek juga membantah, kalau motif pembunuhan tersebut disebabkan masalah harta warisan dipertanyakan tersangka.

“Bukan masalah itu, utamanya sering dimarahi ibunya,”tambahnya.

Selain itu, dengan mulut ngelantur diwawancara awak media. Tersangka, mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya karena kesal sering dimarahi ibu kandungnya.

“Aku kesal dimarahi ibu kandung, sering dibilang anak tirilah. Anak tak berguna lah, malam itu ibu aku ngapak duluan,”akunya.

Parang lepas dari sang ibu, dan berhasil direbutnya. Akhirnya, terjadilah kasus pembunuhan menimpa Nurhayati.

“Dua kali, kukapak pake parang. Abis itu kutinggalke pegi belari,”pungkasnya. (Sumeks.Co)