Diiming-imingi Uang Rp 50 Ribu. Ini Akibatnya

GIRING : Petugas Polsek Lembak mengiring tersangka, Heri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kemarin (7/1). foto istimewa

Silampari Online,
MUARA ENIM – DT (16), insial gadis yatim piatu mengidap keterbelakangan mental menjadi sasaran aksi rudapaksa (memperkosa) yang dilakukan Heri (29), warga Alai Selatan, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim.
Nah, akibat ulahnya tersebut Heri, akhirnya pada Minggu lalu (6/1), sekitar pukul 15.00 WIB usai merudakpaksa korban untuk kedua kalinya di rumah kosong di Desa Alai Selatan, akhirnya terpaksa digiring petugas Mapolsek Lembak untuk mempertanggung jawab perbuatan.
Aksi Heri ini sendiri, tidak patut ditiru lantaran ketika mendapati korban di depan rumahnya. Korban diimingi, uang Rp 50 ribu untuk merudapaksanya di rumah kosong tak jauh dari rumah korban. Sesampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Heri membujuk rayu korban. Kemudian memperkosanya.
Setelah melakukan persetubuhan dengan korban, pelaku menyuruh korban pulang dan mengancam agar jangan bercerita kepada orang lain. Tetapi, sesampainya di rumah korban menceritakan kejadian tersebut kepada ayuk iparnya, HA dan kakaknya, WA. Awalnya, tidak mengetahui pelaku.
Beruntungnya, keduanya berupaya mengenali identitas pelaku. Jerih payah tersebut, tidak sia-sia. Hingga akhirnya, pada 6 Januari lalu sekitar 13.00 WIB. Ternyata, pelaku datang dan melakukan rudapaksa untuk dua kali.
Mengetahui itu, keduanya melapor ke Kepala Desa (Kades), Lukman yang selanjutnya menghubungi Kapolsek Lembak, AKP Alpian SE. Tak lama, memerintahkan KA SPK dan Kanit Reskrim, untuk mengecek kebenaran tersebut.
“Begitu cek dan ternyata benar, akhirnya petugas kita mengamankan pelaku Heri. Terduga, pelaku tindak pidana rudapaksa terhadap DT,” ujar Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono SIk melalui Kapolsek Lembak, Alfian SH ketika dikonfirmasi, kemarin (7/1).
Pelaku sendiri, kata dia dijerat dalam Pasal 81 ayat 2 UU No 17/2016 perubahan kedua UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak. “Pelaku bisa diancam pidana diatas 15 tahun penjara, kasus ini sendiri tengah kita kembangkan lebih jauh,” pungkasnya. (03)