Dikepung Banjir, Ayah dan Anak Tewas Tersengat Listrik

ERSENGAT LISTRIK - Dua orang warga RT 06, Desa Murung Kenanga, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar yakni Akhmad Rosydi (68) dan Ainur Syifa (43) tewas disengat aliran listrik sekitar pukul 11 Wita, meski salah satu korban yakni, Ainur Syifa sempat dilarikan ke RSUD Ratu Zalecha Martapura pad, Senin (10/2/2020). (foto: zai/klik).

SILAMPARI ONLINE,

Di tengah kepungan banjir yang sudah merendam sekitar sepekan, warga RT 06 Desa Murung Kenanga, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan digegerkan dua warganya yang tewas tersengat listrik, Senin (10/2/2020).

Bacaan Lainnya

Akhmad Rosydi (68) dan anaknya, Ainur Syifa (43) meninggal akibat tersengat listrik saat memperbaiki kipas angin di dalam rumahnya yang terendam banjir.

Menurut Anang Sya’rani, keluarga korban yang tinggal berdekatan dengan rumah korban, peristiwa tersebut diketahui ketika ia mendengar teriakan histeris Ainur Syifa yang tinggal serumah dengan orang tuanya.

“Awalnya saya kira ada ular di rumah Akhmad Rosydi. Saya pun langsung bergegas masuk ke rumah korban, ternyata Rosydi sudah tergeletak dan terlilit kabel kipas angin yang ia perbaiki dengan posisi kaki menjuntai ke dalam air,” ujar Anang Sya’rani yang mengatakan banjir hampir sepekan telah merendam beberapa rumah warga di Desa Murung Kenanga.

Di dalam rumah, Anang Sya’rani mendapati Ainur Syifa dalam keadaan tersungkur akibat berusaha menolong sang ayah dari sengatan listrik.
“Saya beserta warga yang tiba lebih dulu di lokasi langsung mencoba memberikan pertolongan kepada Ainur Syifa dengan langsung melarikanya ke RSUD Zalecha Martapura. Saat kami angkat badan Ainur Syifa masih terasa dialiri listrik, sehingga kami pun langsung bergegas mematikan meteran aliran listrik guna menolong ayah korban yang masih dililit kable listrik,” jelasnya.

Kendati, warga dengan sigap menolong dua korban yang tersengat listrik. Namun, nyawa Akhmad Rosydi tak dapat tertolong dan tewas ditempat.

“Ainur Syifa yang tadinya sempat dilarikan ke RSUD Ratu Zalecha pun nyawanya tak tertolong, dan langsung dikembali kerumah saudara korban yang berada tak jauh dari rumah Akhmad Rosydi yang terendam banjir,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ditempat yang sama, Muhamad Na’im warga RT 06 Desa Murung Kenanga pun sangat menyayangkan peristiwa tragis tersebut, dan berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar agar tidak tinggal diam dalam menangulangi permasalahan banjir yang melanda beberapa desa di Kabupaten Banjar.

“Kami berharap baik Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta instansi terkait jangan hanya diam saja atau menunggu musibah banjir yang melanda lebih parah. Mestinya instansi terkait melakukan pengontrolan terhadap wilayah-wilayh yang terdampak banjir, guna menghindari bertambanya korban akibat musibah banjir yang melanda hampir sepekan ini,” imbaunya.

Untuk memastikan penyebab tewasnya Akhmad Rosydi dan Ainur Syifa, jajaran Polsek Martapura langsung ke tempat kejadian perkara sekitar pukul 13.58 Wita. (zai/klik)