Diknas Rejang Siapkan Pakaian Sekolah Gratis

Noprianto

SILAMPARI ONLINE

REJANG LEBONG -Tahun ajaran 2019-2029 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Rejang Lebong menyiapkan satu stel seragam sekolah. Stoknya untuk 6 ribu murid Sekolah Dasar (SD) diberikan secara gratis. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong, Noprianto dihubungi via ponsel, Minggu (29/9) mengatakan program pakaian gratis terus dilanjutkan dan saat ini masih dalam proses pendataan

Muat Lebih

“Saat sudah ada 6 ribu siswa baru tingkat SD hasil pendataan Dikbud Kabupaten Rejang Lebong dengan persentase mencapai 95 persen, direncanakan akan mendapatkan bantuan seragam sekolah gratis dengan anggaran Rp 1,3 miliar bersumber dari APBD 2019. Sejauh ini tinggal beberapa sekolah lagi yang masih dalam pendataan kita,” ungkap Noprianto.

Ia menjelaskan seragam disiapkan satu stel bahan dasar seragam merah putih untuk masing-masing siswa. Sementara untuk pengadaan bahan dasar seragam sekolah ini, Peraturan Bupati (Perbub) sedang dalam proses penyusunan. Sedangkan untuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik) ditargetkan selesai sekitar bulan September.

“Setelah Dapodik dari sekolah sudah selesai baru kita Perbup. Setiap Perbup produk hukum daerah, Bupati harus seizin Gubernur. Bagian hukum sudah mengantar ke Gubrrnur untuk memferivikasi baru disahkan jadi Perbup,” papar Noprianto. Guna menunjang protes belajar mengajar Dikbid juga melakukan rehab bangunan gedung untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Rehab bangunan sekolah ada yang bersumber dari dana DAK maupun APBD Rejang Lebong.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Noprianto menjelaskan, fisik tahun 2019 saat ini sudah mulai berjalan. “Ada rehab sekolah ada bangunan sekolah, juga sanitasi. SD ada enam sekolah dan SMP dua sekolah. Total anggaran sekitar Rp 1.7 miliar untuk SD dan SMP bersumber dari dana DAK,” sambung Noprianto.

Noprianto menuturkan untuk kegiatan bersumber dari APBD Rejang Lebong tahun 2019 nilainya sekitar Rp 2 miliar lebih. Namun, jumlah tersebut termasuk belanja modal, konsultan ada ATK dan lainya. Kalau untuk bangunanya tidak sampai Rp 2 Miliar. “SD Periang tahun lalu dibuat dan tahun ini dapat bantuan lagi penambahan dua ruang belajar dari APBD. Yang direhap ini juga ruangan yang sudah tidak nyaman lagi dipakai belajar,” tandas Noprianto.

Laporan : Badri Bagaskara
Editor : Agus Hubya