oleh

Dinilai Cacat Hukum, Hasil Pilkades Ciptodadi 1 Ditolak

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Tiga calon Kepala Desa (Kades) Ciptodadi 1 Kecamatan Sukakarya, menolak hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Sebab, Pilkades sarat dengan kecurangan dan cacat hukum.

“Kami menolak hasil Pilkades, karena sarat dengan kecurangan dan tidak layak,”kata Akhmad Junaidi calon Kades nomor urut 1, kepada Silampari Online, Jum’at (9/4/2021).

Dikatakannya, panitia Pilkades tidak mentaati peraturan bupati (Perbup) nomor 11 tahun 2016. Sehingga Tempat Pemungutan Suara (TPS) hanya satu dan berada didalam gedung.

“Ciptodadi cukup luas, tidak ideal kalau TPS hanya satu, dampaknya 616 warga tidak dapat mengunakan hak pilih, kendati sudah memiliki surat undangan untuk memilih,”paparnya.

Diceritakannya, warga berdesak-desakan didalam Gedung Serbaguna. Sehingga menjadi kerumunan, padahal didalam Permendagri nomor 72 tahun 2020, Pilkades harus menerapkan protokol kesehatan.

“Prokes dilanggar, Perbup dilanggar, jadi saya menilai pelaksanaan pilkades Ciptodadi tidak layak, dan hal itu kami menolak,”tegasnya.

Dikatakannya, kecurangan yang dilakukan panitia sudah tampak didepan mata dan hasil akhirnya jumlah suara didalam tabung dengan jumlah pemilih tidak sama.

“Saya berharap kepada instansi terkait untuk mengevaluasi Pilkades Ciptodadi 1, sebab tiga calon menolak keras hasil Pilkades,”ungkapnya.

Kejadian yang lebih miris lagi, sambung dia, 645 suara tidak sah, hal itu dikarenakan surat suara yang sudah dicoblos berlubang dua.

“Ini ada kesalahan dalam pelipatan kertas suara, sunguh tidak masuk akal sehat, 645 surat suara tidak sah,”timpalnya.

Terpisah, Penasehat Hukum (PH) Ayub Zakaria menyampaikan, dirinya akan menindaklanjuti kejadian Pilkades di Desa Ciptodadi, karena 645 suara tidak sah dan 616 warga tidak dapat memilih.

“Kami akan menggugat panitia Pilkades Ciptodadi 1, sebab kejadian-kejadian sudah luar biasa,”pungkasnya. (Kris)