Dinsos Rejang Lebong Kesulitan Data Verifikasi BDT

foto tidak terkait berita.Ini ilustrasi mengatasi permasalahan dan kesulitan, Sabtu (10/8/2019

SILAMPARI ONLINE

-Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu mengalami kesulitan menginput data hasil verifikasi dan validasi. Khususnya pada program pemutakhiran Basis Data Terpadu (BDT).

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong, Zulfan Efendi mengatakan saat ini proses upload atau pengunggahan hasil verifikasi dan validasi (verval) dilakukan petugas di 15 kecamatan. “Jumlah operator untuk menginput datanya sangat terbatas tidak sampai 10 orang. Kalau satu orangnya dalam sehari bisa menginput 30 orang saja. Sehingga diperkirakan ini baru selesai bulan November nanti,” terang Zulfan. Dijelaskan Zulfan data diunggah operator yang mereka siapkan ini, bertugas menginput data hasil pemutakhiran yang dilakukan petugas Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) bersama dengan petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Selain melakukan verifikasi dan validasi BDT di lapangan petugas ini bersama dengan petugas dari kelurahan atau desa masing-masing juga melakukan penempelan stiker Keluarga Miskin Basis Data Terpadu dengan dikawal petugas kepolisian.

“Sejauh ini jumlah warga yang masuk BDT yang menjadi target penempelan stiker Keluarga Miskin Basis Data Terpadu mencapai 14.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), di mana saat ini sudah lebih dari 60 orang yang mengundurkan diri lantaran tidak bersedia rumahnya ditempel stiker BDT,” papar Zulfan. Sementara itu, KPM yang dicoret karena dianggap sudah tidak layak lagi mencapai ratusan orang, mengingat dalam proses verval yang dilakukan pihaknya itu mengacu pada beberapa alat ukur yang jika dinilai sudah mampu langsung mereka coret.

“Ada beberapa desa di wilayah tertentu yang kepala desanya ngotot mempertahankan angka-angka kemiskinan. Kemudian mereka jelaskan jika hal itu tidak dibenarkan karena mereka yang sudah mampu akan mereka coret dari data BDT,” jelas Zulfan.(HS-06)