Dirut BSB Sumsel Puji IKM Batik Muratara

 

Bacaan Lainnya

SILAMPARI ONLINE,

LUBUKLINGGAU – Direktur Utama Bank Sumsel Babel (Dirut BSB), Achmad Syamsudin didampingi Istri mengunjungi langsung salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) Pesona Indah Batik yang merupakan mitra binaan Bank Sumsel Babel Cabang Pembantu Muara Rupit di Desa Biaro, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara.

Dan diikuti juga Pemdiv SKH, Normandy Akil, Pemdiv Kredit, Linda Hairani, Pimpinan Cabang Bank Sumsel Babel Lubuklinggau, Amrul Muslimin, Wapincab Bid Operasional, Guntara Syahtiar, Wapincab Bid Pelayanan, Mgs. M. Nazori, Pincapem Pasar Atas, Beni Agus Marwan, Pincapem Muara Beliti, M. Effendi, Pincapem Megang Sakti, Apriyanto, Pincapem Tugumulyo, Iman Budi Setiawan, Pincapem Muara Rupit, Anton Saleh Mangkuanom, Pincapem Bingin Teluk, M. Sulistiono.

Sesampai disana, Dirut BSB didampingi Istri dan rombongan disambut langsung oleh Camat Karang Dapo, Husain Haikal, Perwakilan Polres Muratara, Sobri dan Bambang, Kades Karang Dapo yang diwakili Sekretaris Desa, Yudi dan Pembina IKM Pesona Indah Batik.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel (Dirut BSB), Achmad Syamsudin ketika diwawancarai Harian Silampari (group silampari online) mengatakan, pihaknya beserta rombongan datang kesini tidak menyangka ada satu Desa yang mana semua masyarakatnya sangat kreatif membuat batik dengan motif duku bertangkai.

Menurut dirinya, hal itu merupakan sangat unik di Kabupaten Muratara. Dan ini bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat disana, karena dengan adanya usaha batik, semua roda ekonomi bisa berjalan. Mulai dari masyarakatnya produktif dan ekonominya pun bisa juga produktif.

Masih kata Achmad Syamsudin, ia tidak menyangka, kompaknya masyarakat Desa Biaro dalam memajukan Desa nya dengan cara membuat IKM Pesona Indah Batik. Dirinya menyarankan kedepan IKM Pesona Indah Batik dalam prosesnya kalau bisa disistematiskan dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.

Selain itu pihaknya mungkin akan membuat tempat pembuangan limbah sendiri agar limbahnya ini tidak tercemar ke area sungai di sekitar sini. Ia juga menjelaskan dari kesekian IKM mitra binaan Bank Sumsel Babel untuk semua wilayah dirinya memberikan nilai 10 semua karena memang masing-masing Daerah ini memiliki ciri khas tersendiri dan keunikan sendiri hingga kelebihan tersendiri. Contohnya saja seperti yang ada di Palembang punya jumputan.

Achmad Syamsudin menambahkan, namun yang perlu ditekankan adalah bagaimana batik duku bertangkai ini digemari masyarakat. Oleh karena itu membutuhkan kerjasama semua pihak mulai dari pemda, masyarakat, dinas dan perbankan kerjasama berkolaborasi untuk mensejahterakan IKM batik tersebut.

Mengenai pemasaran, jika selama ini terkendala dengam pandemi covid 19, namun hal itu jangan membuat patah semangat.

“Kita bisa manfaatkan era digital ini menggunakan endorse dan disebarkan melalui berbagai sosmed,”ucapnya.

Sementara itu Penanggung Jawab IKM Pesona Indah Batik, Karomi menambahkan produk dari IKM Pesona Indah Batik sudah banyak di pasarkan. Kalau untuk di Kabupaten Muratara sendiri sudah hampir semuanya menggunakan.

Kemudian hasil batik ini juga pernah dipasarkan di Jakarta melalui media sosial, bahkan ada sekitar lebih kurang 20 potong hasil batik ini dipasarkan di Negera tetangga yakni Malaysia.

IKM Pesona Indah Batik baru satu tahun berjalan dengan berbagai macam motif batik mulai dari batik duku betangkai, motif teratai, bunga kembang sepatu, bunga mawar, sawit dan batu akik.

Dengan adanya program mitra binaan Bank Sumsel Babel ini, IKM Pesona Indah Batik sangat terbantu sekali. Dirinya dan masyarakat sekitar mengucapkan terimakasih kepada Bank Sumsel Babel yang banyak membantu. (Fyh)