Disperindakop Turunkan Harga Sewa Kios

Dinas perindustrian dan koperasi Muratara tampak cukup ramai terlihat ada sejumlah kendaraan bermotor parkir, Rabu (5/2/2020). foto Apriansyah

SILAMPARI ONLINE,

MURATARA- Mengenai keberatan para pedagang pasar Lawang Agung Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, biaya sewa kios baru , Dinas perindustrian dan koperasi ( Disperindagkop) mengkaji ulang, (Rabu,5/2/2020).

Kepala Disperindagkop Muratara, H.Syamsu Anwar.S.Sos.MM melalui ,Sapawi kepala bidang (Kabid) perdagangan mengatakan, terkait masala keberatan para pedagang pasar Lawang agung yang merasa keberatan dengan sewa kios disinyalir amat besar, kini sudah ada kabar gembira bagi para pedagang.

Bacaan Lainnya

“Kemarin melalui rapat tertutup, kami memutuskan dan melakukan kajian ulang, tentang harga sewa perkiosnya , kalau dulu itu, melalui rapat antara kepala desa Lawang Agung, Kadis Perindagkop, harga global sewa kios sekitar Rp 450 ribu perbulan, banyak masyarakat yang tidak setuju,” terangnya.

Maka dari itu, melalui rapat tertutup diputuskan, untuk harga sewa berkisaran setengah harga dari sebelumnya. Tinggal lagi menunggu tanda tangan dari kadis , untuk persetujuan tersebut, mungkin dalam waktu dekat akan kita segera disosialisasikan kepada masyarakat pedagang pasar Lawang Agung.

Berdasarkan Perda yang dikeluarkan oleh Bupati Musi Rawas Utara, pada waktu lalu, ternyata salah kajian, sebab ada dua unsur dalam penetapan tentang sewa kios tersebut. “Untuk unsur yang pertama, tentang 450 ribu perbulan itu, kita terapkan kepada pedagang musiman, contohnya pedagang yang datang dari luar untuk berdagang di daerah kita,  itu ya kita tarik sebesar 450 perbulannya, kemudian, untuk pedagang harian kita memutuskan setengah harga dari pedagang musisman,” tuturnya.

Lanjut Kabid, setelah konsultasi kepada Disperindagkop Kota Lubuk Linggau, dan sebagian hukum juga dibawa, ternyata salah, maka dari itu melalui kajian-kajian yang disepakati, sewa kios sekitar setengah dari harga sebelumnya.

“Kami berharap, semoga dengan adanya perubahan atau keputusan yang baru ini, masyarakat pedagang pasar Lawang agung bisa menerima dan langsung menempati kios-kios yang sudah disediakan,” harapnya.

Jika pedagang tidak juga menerima atas keputusan tersebut, maka dengan terpaksa kunci yang sudah dipegang oleh para pedagang yang masih berjualan di luar kios, dengan berat hati akan ditarik. “Kita berikan kepada pedagang yang benar-benar ingin berjualan,dan menyetujui keputusan dari Disperindagkop,” tegas Sapawi.

(AkaZz)