oleh

Ditemukan Kue Mengandung Pewarna Pakaian

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Tim gabungan yang terdiri dari BPOM, Dinas Ketahanan Pangan dan Disperidag Kota Lubuklinggau melakukan pengawasan parcel dan produk pangan disejumlah tempat salah satunya pusat perbelanjaan serta distributor makanan, Senin (27/5).

Tim bergerak mulai pukul 11.00 WIB ketiga titik yakni diawali di Hypermart, Pasar Inpres dan ke distributor makanan di Gg Riau, Kelurahan Jawa Kanan, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Selesai sampai pukul 15.00 WIB.

Kepala BPOM Lubuklinggau Afdil Kurnia melalui pengawas farmasi makanan BPOM di Lubuklinggau, Roni Syafri mengatakan, saat melakukan pengambilan sampel di Hypermart, ditemukan beberapa jenis kue kaleng yang kemasannya penyot, juga ditemukan minuman botol yang labelnya telah lepas.

“Kita meminta penanggung jawab sarana untuk memisahkan produk tersebut dan tidak lagi dipajang. Tidak ditemukan adanya pangan yang mengandung bahan berbahaya disitu,” ungkapnya kepada Harian Silampari.

Kemudian, Tim selanjutnya bergerak ke pasar Inpres. Disini ditemukan kue astor dan semprong di empat pedagang yang ditemukan adanya hasil pangan diduga mengandung Rhodamin B atau jenis pewarna sintetis yang biasa digunakan untuk pewarna pakaian.

“Pewarna ini bukan untuk pangan dan sangat berbahaya apabila dikonsumsi,” terangnya.

Selanjutnya, Tim bergerak melakukan pengawasan ke distributor makanan yang diperiksa seluruh produk pangan. Dan dilokasi itu tidak ditemukan adanya pangan yang mengandung bahan yang berbahaya.

“Besok masih akan turun ke lapangan kesejumlah titik atau supermarket lainnya di Lubuklinggau sampai menjelang Idul Fitri,” terangnya.

Sementara itu Kasi Pengawasan Distribusi Barang Pokok dan Barang Penting Disperindag Lubuklinggau, Zon Maryono menjelaskan pihaknya hanya melakukan pengawasan dan pembinaan. Lalu selalu melakukan pengecekan syarat-syarat perdagangan.

“Expired dilihat, kadaluarsa, standarnya ada BPOM-nya ada tidak, label halalnya ada tidak. Kami selalu mengawasi dengan cara pendekatan persuasif dan pembinaan. Kalau ada temuan pihaknya buat berita acara dan mengirim surat,” jelasnya. (HS-01)