Ditemukan Sudah Meninggal

EVAKUASI : Warga bersama Tim Basarnas saat mengevakuasi korban setelah ditemukan di Desa Landur Kecamtan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Senin (24/2). Foto : Istimewa.

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Jenazah Muzaliyana (38) warga Desa Sukadana Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, yang hilang terseret arus Sungai Lintang, Minggu (23/2) sekitar jam 15.00 WIB, ditemukan sudah dalam kondisi meninggal, Senin (24/2) sekitar jam 16.00 WIB.

Korban ditemukan Tim Basarnas bersama warga di aliran Sungai Lintang Desa Landur Kecamatan Pendopo, atau lebih kurang 6 km arah hilir dari lokasi korban tergelincir di aliran Sungai Lintang Desa Sukadana Kecamatan Muara Pinang.

Muat Lebih

Camat Pendopo Kabupaten Empat Lawang, Muhibudin SE mengatakan, korban atas nama Muzal alias Muzaliyana, seorang ibu rumah tangga warga Desa Sukadana Kecamatan Muara Pinang, yang tenggelam di Sungai Lintang, sudah ditemukan setelah sekitar 25 jam pasca korban dinyatakan hilang terseret arus Sungai Lintang.

“Jenazahnya sudah dievakuasi ke rumah duka di Desa Sukadana Muara Pinang dan disemayamkan di sana,” terang Muhibudin.

Korban sebutnya lagi, ditemukan dalam operasi pencarian yang dilakukan Tim Basarnas bersama warga. Dengan telah ditemukannya korban ini, operasi pencarian terhadap korban dinyatakan berakhir. “Iya, korban rencananya akan segera dimakamkan pihak keluarga, pada hari ini juga,” terangnya.

Kapolsek Muara Pinang, Iptu Gunawan turut membenarkan penemuan korban tenggelam tersebut. Kata dia, giat pencarian korban hanyut oleh Tim Basarnas gabungan telah membuahkan hasil Korban ditemukan sekira pukul 16.00 WIB, di Sungai Lintang Desa Landur Kecamatan Pendopo.

“Korban telah dilakukan evakuasi oleh Tim SAR gabungan. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka di Desa Sukadana Kecamatan Muara Pinang, untuk dilakukan pemakaman,” sampainya.

Dihubungi terpisah, Camat Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang, Sapardina Joly membenarkan informasi tersebut. Pihak keluarga kata dia, sedapatnya segera memakamkan jenazah korban secepatnya.

“Iya, asal pengalian kubur untuk almarhumah selesai, secepat itu juga dimakamkan. Saat ini jenazah sudah disemayamkan di rumah korban,” ucapnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, kata Joly, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada warga, Basarnas, Tagana dan semua pihak yang telah melakukan pencarian korban, hingga akhirnya ditemukan.

“Kepada pihak keluarga, saya atas nama Pemkab Empat Lawang, juga ingin menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Mudah-mudahan almarhumah dapat khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan dapat dikuatkan,” ungkapnya.

Almarhumah sebut Joly, meninggalkan tiga orang anak bersama suami. Salah seorang anaknya sebut dia, masih berumur 1,5 tahun. “Anaknya yang paling tua, perempuan kelas XI MTs Negeri 2 Empat Lawang, yang nomor dua yang ikut saat ambil rebung itu juga perempuan umurnya sekitar 9 tahun dan yang bungsu laki-laki masih umur 1,5 tahun,” urainya. (frz)