oleh

Divonis Ringan, Kejari Banding Terdakwa Bandar Narkoba Asal Muratara

Silampari Online

LUBUKLINGGAU- Empat bandar dan pengedar sabu asal Musi Rawas Utara (Muratara) divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 5 milliar subsider 6 bulan penjara, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Kamis (3/6/2021) lalu. Padahal jaksa penuntut umum (JPU), Kejari Lubuklinggau menuntut penjara seumur hidup.

Empat terdakwa dimaksud adalah Edi alias Dit (41) dan istrinya Dial Sasmita alias Tika (30). Kemudian Andre Gipano alias Gano (23) dan Elfin Heryadi alias Sidik (38). Mereka adalah warga Kelurahan Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara.

Terkait dengan persoalan ini, Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir melalui Juru Bicara, Aantomo SH, menyebutkan pihaknya pada dasarnya kecewa atas putusan hakim.

Sesuai dengan amanat KUHP kami diberi kesempatan melalukan banding. Maka sikap kami akan banding,” kata Aantomo, Senin (7/6/2021).

Ada beberapa hal yang mendasari Kejari Lubuklinggau melalukan banding, yang pertama putusan hakim jauh lebih rendah, bahkan kurang dari dari 2/3 dari tuntutan JPU.

“Kemudian putusan tersebut, tidak mencerminkan rasa keadilan di masyarakat. Karena banyak kasus serupa yang divonis penjara seumur hidup hingga hukuman mati,” tambahnya.

Selain itu, alasan banding adalah,  berdasarkan fakta persidangan, para terdakwa merupakan pemain lama dalam peredaran narkoba. Artinya sudah menikmati hasil dari bisnis harap tersebut.

“Dari fakta persidangan pula, sebenarnya ada 5 kg sabu dimiliki bandar tersebut. Para pelaku sudah mengedarkan 3 kg sabu, bisa dibanyagkan sudah berapa jiwa yang diracuni, serta sudah berapa uang yang dihabiskan masyarakat untuk membeli sabu tersebut. Hanya 2 kg sabu yang tersisa, dan dapat diamankan,”pungkasnya. (Sumeks.co.id)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Harian Silampari merupakan nama daerah di Bumi Silampari yang memiliki tiga wilayah satu kota dan dua kabupaten di provinsi Sumsel