Dokter Intrensip Diserahkan ke Rumah Sakit AR Bunda

SAMBUT : Pihak RS AR Bunda melakukan penyambutan kepada para dokter intrensip bakal bertugas sekitar setahun menjalankan PIDI.

SILAMPARI ONLINE

PRABUMULIH – Sebanyak 12 dokter intrensip mengikuti Program Intrensip Dokter Indonesia (PIDI), Jumat lalu (11/10) resmi diserahkan di RS AR Bunda. Direktur RS AR Bunda, dr H Alip Yanson MARS menerangkan, para dokter intrensip wajib mengejar target kemandirian selama setahun mengabdi dalam rangka menjalankan PIDI ini.

Muat Lebih

“Serah terima secara formal sudah dilakukan di Pemkot. Kita berterima kasih kepada para dokter intrensip ini, sudah diserahkan ke RS AR Bunda,” jelas Alip di sela-sela penyambutan dokter intrensip di rumah sakitnya. Ucapnya, para dokter intrensip ini bakal sekitar setahun menjalankan program masih rangkaian pendidikan dokter di RS AR Bunda.

“Apalagi, dokter intrensip ini sifatnya wajib dan diatur dalam Undang-Undang (UU) Pendidikan Dokter (Disdik). Selama menempuh sebagai dokter intrensip, memang ada pembatasan. Atau, kewenangan dokter masih terbatas,”akunya.

Lanjutnya, khususnya masalah tata laksana pasien. Makanya, diperlukan pembimbing dan pendampingan agar target kemandirian bisa dicapai. “Nantinya para dokter intrensip ini berdinas Ugd, rawat inap, dan rawat jalan. Sehingga bisa tuntas kemandiriannya. Khususnya, terkait 55 diagnosa,” bebernya.

Ungkapnya, selama berdinas di RS AR Bunda ini. Jelasnya, pembimbing dan pendamping akan melakukan evaluasi terhadap kemandirian telah dicapai. “Khususnya, fokus pelayanan kesehatan masyarakat. Intinya, dokter intrensip dituntut mandiri, sehingga bisa dilepas,” jelasnya.

Terpisah, Kasi SDM Dinkes, Eva Susanti AmKeb SKM mengatakan, diserahkan 12 orang untuk dibimbing dan dibina, supaya bisa mahir menekuni profesi dokter di RS AR Bunda. “Selain itu, ada 6 orang di Puskesmas Prabumulih Timur. Setiap 4 bulan akan rolling, setelah melakukan studi kasus,” akunya.

Ia berharap, ketika studi kasus pihaknya dilibatkan sebagai bentuk monitor dan evaluasi (monev) terhadap kegiatan dokter intrensip ini. “Jangan malu bertanya, jangan ambil keputusan sendiri. Jaga etika dan sopan santun, karena dalam masa penyesuaian,” pesannya.

Sumber : Prabumulih Pos