Dua DPO Pelaku Pembunuhan Erwin Digerebek di Wisma

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU –Pembunuhan dengan cara pengeroyokan hingga menewaskan Erwin Kusuma Jaya (19), warga RT 6, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, terungkap. Peristiwa itu terjadi di pinggir Jalan Ahmad Yani, turunan tebing, dekat simpang Kenanga I, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Rabu (18/9) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Muat Lebih


Jika sebelumnya, Polres Lubuklinggau meringkus satu orang tersangka HA (15), warga Jl Bengawan Solo, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. HA diketahui masih berstatus pelajar SMK kelas X di kota Lubuklinggau, kini dua rekannya juga berhasil diamankan yakni terduga pelaku berisinial I dan K.

Kedua rekan Ha itu ditangkap ‘Tim Macan’ Lubuklinggau, Minggu (22/9/2019) sekitar pukul 11.00 WIB, di kamar 107 Wisma Pesanggrahan, Jalan Cereme Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Saat penangkapan, ada dua teman pelaku juga ikut digelandang ke Mapolres Lubuklinggau guna dimintai keterangan.

Informasi dihimpun Silampari Online, penangkapan tersebut berawal, anggota Tim Macan Polres Lubuklinggau menerima laporan masyarakat, ada dua terduka pelaku pembunuhan Erwin Kusuma Jaya sedang menginap di Wisma Pesanggrahan Cereme Taba. Bekal informasi tadi, anggota Polisi menyamar menjadi ojek online yakni Grab Motor.

Polisi yang menyamar tersebut menitipkan sepeda motor di depan wisma pesanggrahan agak jauh dari lokasi penanggakapan. Petugas langsung menuju lokasi, dengan cara berjalan kaki. Tidak lama kemudian, mobil Tim Macan Lubuklinggau tiba ke lokasi dan langsung melakukan penggrebekan di kamar 107. Guna kepentingan Penyidikan, empat orang yang ada di kamar 107 dibawa ke Mapolres Lubuklinggau.

“Tadi, ada polisi menggerebek kamar nginap itu. Awalnya, ada mamang grab (nyamar, red) kolar kilir. Tak lama kemudian, ada mobil polisi lalu menggrebek kamar terdua pelaku pembunuhan,” ucap Andi, warga RT 12 Kelurahan Taba Jemekeh, di lokasi penangkapan.

Dia mengaku, tidak menyangka pemuda pemudi yang menginap di Kamar 106 Wisma Pesanggrahan merupakan pelaku pembunuhan. “Orang yang menginap itu seperti biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan perilaku seorang pembunuh. Cak biaso bae,” ujar Andi yang sering bermain di futsal The Blues satu komplek dengan pesanggrahan.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli didampingi Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono dan Kasat Reskrim AKP Rivoi dalam jumpa pers merilis duakasus pembunuhan dan satu kasu korupsi disalah satu Bank. “Saya Apresiasi Polres Lubuklinggau sudah berhasil mengungkapnya dalam 3 kali 24,” ujarnya. Lanjut dia, wilayah Lubuklinggau cukup aman, seluruh aktivitas masyarakat berjalan lancar. “Kebakaran hutan di Lubuklinggau tidak terjadi,” ucapnya singkat.

Awalnya, Polres Lubuklinggau akan merilis penangkapan dua pelaku pembunuhan I dan K, namun ditunda senin.
Sebelumnya, Kamis (19/9) sekitar pukul 11.00 WIB Polres Lubuklinggau meringkus satu orang tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut. Tersangka yang diringkus masih dibawah umur, anak baru gede (ABG) yakni HA (15), warga Jl Bengawan Solo, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. HA diketahui masih berstatus pelajar SMK kelas X di kota Lubuklinggau.

“Dua orang lagi masih DPO yaitu saudara K (15) dan saudari I (13). Nah dua orang tersebut kita masih lakukan pencarian,” ujarnya.

Tersangka HA dalam kasus pembunuhan itu berperan melakukan pemukulan terhadap korban dibagian muka. Kemudian menarik baju korban. Sedangkan K (DPO) diduga yang melakukan penusukan terhadap korban mengenai ulu hati hingga korban tewas.

“Tersangka HA teman dari K. Sedangkan K ini diduga ada hubungan (pacaran) dengan saudari I (DPO). Jadi ini baru diduga, ini sakit hati karena cinta segitiga. Jadi korban dengan saudari I dan K dengan saudari I,” ungkapnya.
Berkaitan dengan saudari I yang kini DPO, pihak Polres mengaku belum bisa menetapkannya apakah terlibat atau tidak dalam kasus pembunuhan tersebut. “Kita sampai saat ini belum bisa menetapkan. Karena yang bersangkutan ini belum kita dapatkan. Tapi patut diduga,” bebernya.

Sebab pengakuan tersangka HA, diduga sebelum kejadian korban dipancing untuk datang kelokasi yang ditentukan saudari I dan K. “Makanya kita belum bisa menentukan, nanti setelah ada tersangka lain yang dapat, baru kita pastikan keterlibatan I ini, apakah bisa kita masukan jadi tersangka atau tidak,” jelasnya.

Namun untuk lebih lanjut, Dwi menambahkan agar hal tersebut menunggu perkembangan setelah dua orang lagi yang DPO didapati. “Nanti kita lihat lagi perkembangan setelah dua orang kita dapatkan. Nanti perkembangan kita sampaikan lagi,” timpalnya.

Tersangka HA dalam kasus pembunuhan tersebut dikenakan pasal pengeroyokan secara bersama-sama, jo 338 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Dari kasus pembunuhan tersebut Polisi mengamankan barang bukti (BB) sendal dan baju korban. Lalu sweater tangan panjang dari tersangka HA warna abu-abu.

Selain itu, menurut Dwi, kasus pembunuhan yang melibatkan HA tersebut tidak diketahuinya apakah direncanakan atau tidak. “Kalau menurut saya, karena dia (K) sudah membawa pisau. Dan HA ini, dia tahu kalau saudara K ini membawa pisau. Sebatas itu saja. Kalau soal untuk merencanakan pembunuhannya, saya kira kelihatannya tidak,” timpalnya.

Namun dalam hal itu, HA diduga ikut serta hanya untuk memberikan pelajaran kepada korban. “Sedangkan diapun (HA) tidak tahu ternyata K menusuk korban. Jadi pada saat ditusuk satu kali itu dia meninggal dunia. Dia sebetulnya bertujuan untuk memberikan pelajaran saja,” terangnya.

Polres Lubuklinggau dapat mengungkap kasus pembunuhan tersebut berawal setelah mendapatkan informasi adanya kejadian pembunuhan yang mengakibatkan korban tewas tergeletak dipinggir jalan dengan bersimbah darah. Kemudian tim dari Polres Lubuklinggau yakni SPK didampingi tim iden segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
“Ternyata ditemukan sesosok mayat yang tergeletak dijalan,” jelasnya.

Lalu setelah hasil penelusuran pihaknya, diketahui korban yakni Erwin, warga Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. “Saat selesai kejadian, kita tidak tahu siapa ini korban dan apa ceritanya. Nah setelah itu datanglah teman korban ini tdk begitu lama setelah kejadian,” terangnya.

Teman korban tersebut datang kelokasi kejadian, itu setelah mendengar ada ramai-ramai dan terjadinya pembunuhan. “Temannya ini mengecek ke tempat kejadian. Dan benar bahwa itu teman dia yang sebelumnya hampir kurang lebih 30 menit sebelumnya itu bersama dia dan dia ditinggalkan didaerah pasar satelit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, hasil keterangan dari teman korban tersebut, didapatkan informasi bahwa korban datang ketempat pacarnya yakni I didaerah Kenanga. “Pada saat dapat informasi dan ditambah dengan kita dengarkan saksi-saksi sekitar bahwa pada saat itu ada tiga orang yang dicurigai,” katanya.

Lalu, langsung dilakukan pengejaran malam itu juga. “Informasi dia jalan ke arah sungai kelingi, ditelusuri oleh tim reskrim kita yang langsung dipimpin oleh pak kasatreskrim dan malam itu dihasilkan baru hanya dapat keterangan-keterangan saja,” ujarnya.

Pada Kamis (19/9), diketahui salah satu tersangka dan dilakukan upaya penangkapan. “Setelah diambil keterangan, memang benar salah satu yang kita amankan adalah salah satu yang ikut melakukan aksi pengeroyokan terhada korban sampai mengakibatkan meninggal dunia,” ungkapnya. (SO-01)