Dua Orang Penggiat Anti Narkoba Kabur Saat Hendak Dites Urine

POSE : Peserta dan nara sumber dalam kegiatan Bimteks Penggiat anti Narkoba di aula Hotel Zulian Transit Tebing Tinggi, berpose bersama, Rabu (25/9/2019). Foto : Fahrurozi/HS.

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Dua orang peserta dari sekitar 22 orang peserta bimbingan tekhnis (Bimteks) Penggiat anti Narkoba dalam Program Penggiat anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat, yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Empat Lawang di aula Hotel Zulian Transit Tebing Tinggi, kabur saat hendak digelar tes urine dadakan, pasca kegiatan, Rabu (25/9/2019).

Keduanya tiba-tiba pergi begitu saja, setelah diberikan formulir isian yang menjadi salah satu tahapan untuk mengikuti tes urine yang digelar lembaga negara anti madat, tersebut.

Muat Lebih

“Salah seorang yang kabur tadi, adalah oknum kades. Dia pura-pura nerima telpon setelah kita kasih formulir, namu saat ditunggu-tunggu sudah tidak ada lagi di lokasi,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, AKBP Syahril SH melalui Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Empat Lawang, Azhari.

Ada dugaan, kata Azhari, keduanya takut mejalani tes urine yang digelar pihaknya secara mendadak tersebut, usai Bimteks bagi Penggiat anti Narkoba tersebut. “Mereka inikan sebagai penggiat anti Narkoba. Makanya kita ingin lakukan tes urine kepada mereka dahulu sebelum mereka menyampaikan ke masyarakaat. Dalam artian, mereka harus dipastikan bersih dari Narkoba dahulu sebelum masyarakat yang menjadi sasaran sosialisasi yang mereka sampaikan,” tutur Azhari.

NARASUMBER : Karutan Tebing Tinggi, Yudhi Khairudin saat menyampaikan materi selaku narasumber di kegiatan Bimteks Penggiat anti Narkoba di aula Hotel Zulian Transit Tebing Tinggi, Rabu (25/9/2019). Foto : Fahrurozi/HS.

Sementara itu dalam kegiatan Bimteks tersebut, Kepala Cabang Rumah Tahanan (Karutan) Tebing Tinggi, Yudhi Khairudin menjadi salah satu narasumber. Dalam kesempatan itu, Yudhi menyebut sekitar 47 persen penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), terkait kasus Narkoba.

“Termasuk di Rutan Tebing Tinggi. Dari 187 penghuni Rutan Tebing Tinggi, 81 orang terlibat kasus Narkoba,” kata Yudhi.

Selain warga binaan yang terkait kasus Narkoba, Yudhi menyebut ada juga oknum petugas di Lapas yang terlibat kasus Narkoba. Seperti di Rutan Tebing Tinggi, lanjut dia; sudah ada satu orang yang ditindak diberhentikan dengan tidak hormar karena kasus Narkoba, beberapa diantaranya mendapat peringatan keras dan menjalani rehabilitasi. 

“Saya bisa tahu ciri-ciri orang tang sudah terpapar narkoba, salah satunya suka bohong. Kalau dia sudah suka bohong dan ada menunjukan ciri-ciri lain, ya sudah, pasti terpapar Narkoba,” ujarnya.

Yudhi pun menyampaikan, jika seseorang sudah menggunakan Narkoba, hanya ada dua pilihan hidup yang harus diterima. Dipenjara atau mati. “Karena itu, saya tidak akan banyak ngomong, saya cuma minta agar jauhi narkoba dan selamatkan orang-orang di sekitar, termasuk anak-anak kita dari pengaruh narkoba,” pungkasnya. (HS-05)