Dua Pelaku Pembunuhan Ipung DPO. Kapolres : Menyerahkan Diri atau Ditindak Tegas

Press Confeence di Polres Lubuklinggau, Kelurahan Dempo, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Rabu (28/8/2019). Foto Aan-Silampari Online

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU-Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono memberikan warning kepada dua pelaku (rekan tersangka Siska, red) pembunuhan Muhammad Ipung Effendi alias Ipung (60), pemilik salon kecantikan ‘Ipung Salon Hair and Beauty Salon’, segera menyerahkan diri.

Muat Lebih

“Yang jelas, kedua pelaku (DPO) ini berjenis kelamin laki-laki. Kedua pelaku yang kini melarikan diri kita minta untuk menyerahkan diri. Kami menghimbau agar segera menyerahkan diri, jangan sampai ditindak tegas,” demikian ditegaskan Kapolres kepada awak media, saat Press Confeence di Polres Lubuklinggau, Kelurahan Dempo, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Rabu (28/8).

Aksi pembunuhan itu dilakukan tersangka, pada Jumat 23 Agustus 2019, sekitar pukul 00.30 WIB. Tersangka Siska (Pelaku utama, red) ini masuk ke rumah korban melalui pintu depan rolling door, sedangkan dua pelaku lainnya masuk dengan cara memanjat dinding tembok.

Lanjut Kapolres, Siska merencanakan pembunuhan sadis kepada Ipung. Motifnya, karena sakit hati terhadap korban. Sebab, sehari sebelum pembunuhan itu, Kamis (22/8) korban menghina pelaku dengan kata-kata kasar. “Tersangka ini merencanakan pembunuhan terhadap Ipung bersama dua pelaku lain yang masih buron. Saat itu korban sedang menonton kemudian ketiduran. Salah satu tersangka lalu menutup mulut korban dengan kain yang sudah diberikan cairan obat bius, barulah dihabisi,” katanya.

Setelah korban tidak sadar, jelas Dwi kemudian tersangka Siska membenturkan kepala korban dengan batu, selanjutnya tersangka Siska menusuk dua kali, pertama dibagian leher dan perut. Kemudian, ditusuk secara bergantian oleh dua pelaku lainnya.

Dihadapan polisi dan wartawan, tersangka Siska mengaku sakit hati pada korban diduga menghina tersangka kasus pembunuhan. Kasus ini menggemparkan masyarakat Kota Lubuklinggau ini. Ini sesuai pengakuan Siska dihadapan penyidik Polres Lubuklinggau. Sesuai ucapannya, Siska mengaku sangat sakit hati. Lantaran ucapan korban Ipung yang ‘kotor’. Kemudian, wanita pria (Waria) yang sering berdandan menor ini, merencanakan untuk membunuh korban.

“Aku dikatain (maaf) ka*pang, an*ing, b*bi, b*ruk. Jadi sakit hati. Kuomongke samo dio, malem Jumat habis kau. Aku omongke nian samo dio cak itu,” ucap Siska saat Press Confeence di Polres Lubuklinggau, Kelurahan Dempo, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Rabu (28/8). Siska mengakui sebelumnya pada Kamis sempat cekcok mulut dengan korban Ipung. “Hari Kamis itu jugo. Ipung lagi ngobrol dengan Ibu-ibu. Ngomongke aku cak wong kebelaga’an, cak wong beduitan. Jadinyo kuhabisi,” jelas Siska yang berasal dari Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Ipung dibunuh, Siska mengaku menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. “Nyesal aku. Waktu aku bunuh dio memang aku dalam kondisi mabuk, minum Malaga. Aku jugo minta maaf kepada follower semuanya, karena aku sudah membunuh,” ucapnya. (HS-01)