Dua Ribu Kendaraan di Mura Nunggak Bayar Pajak

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>NUNGGAK : </strong> Kondisi kantor pelayanan Samsat Mura dan dua tahun terakhir setidaknya dua ribu kendaraan di Mura menunggak bayar pajak, Selasa (8/1).

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) di Bumi Lan Serasan Sekentenan masih tinggi. Sebab, sejak dua tahun terakhir sedikitnya dua ribu kendaraan tidak melakukan daftar ulang (KTMDU) atau menunggak pembayaran pajak. 

Hal ini disampaikan, Kepala UPTD Samsat Kabupaten Musi Rawas (Mura), Edisiswaya saat diwawancarai Harian Silampari, Selasa (8/1) diruang kerjanya.

Dijelaskannya, bahwa untuk jumlah dana yang seharusnya diperoleh dari penunggak pajak ini bila dijumlah mencapai miliar per tahun. Sehingga bila ditambah dengan dua atau tiga tahun maka besaranya akan semakin besar.

“Untuk kendaraan yang menunggak pajak kebanyakan sebagian besar masyarakat umum. Sebab, kalau untuk kendaraan plat merah milik Pemerintah yang menunggak pajak hanya sedikit,”jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa untuk menyikapi hal ini maka petugas akan melakukan jemput bola dengan mendatang ke setiap Desa. Dimana, langka ini untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat agar tidak lagi menunggak membayar pajak kendaraan.

“Kami juga akan menggelar operasi terpadu kendaraan bermotor dengan bekerjasama pihak kepolisian untuk menjaring kendaraan membayar pajak,”terangnya.

Menurutnya, operasi ini sebagai bentuk penyadaran kepada masyarakat untuk taat membayar pajak. Selain itu ketika ada yang belum bea balik nama (BBN) maka didorong untuk segera melakukannya.

“Tingginya jumlah penunggak pajak kendaraan ini dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor,”bebernya.

Hanya saja, kendati samsat sering mengingatkan sebagian besar pajak tersebut masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah. Namun, cara-cara tersebut belum ampuh menumbuhkan kesadaran pemilik kendaraan. Karena terbukti, jumlah tunggakan masih terlampau besar.

“Untuk tahun ini akan dilakukan sistem pembayaran pajak kendaraan via ATM. Sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesusahan untuk membayarkan pajak kendaraannya dan dengan cara ini tidak ada alasan lagi bagi warga untuk tidak membayar pajak kendaraan,”ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura, Ramanda menjelaskan, kedepan harus adanya kegiatan operasi tertib kendaraan bermotor agar bisa meningkatkan kesadaran warga untuk membayar pajak.

“Dewan berharap kedepan masyarakat sadar agar tidak menunggak pajak dan mematuhi aturan lalu lintas. Termasuk, kendaraan plat merah Pemkab Mura juga tidak menunggak karena harus menjadi contoh bagi warga yang lain,”pungkasnya. (HS-03)