Durian Gugur Ulatan, Panen Tidak Memuaskan

Foto: Indra/Lapos TUNJUKKAN: Warga Desa Muara Payang Jazi (40) menunjukkan pohon durian yang mengalami gagal panen akibat runtuh (gugur ulat), Selasa (22/1/2019)

Silampari Online,
Muara Payang – Kecamatan Muara Payang tengah dibanjiri buah durian. Namun musim durian tahun ini tak sebagus tahun se­belum­nya. Meski panen durian melim­pah, para petani kurang ber­gairah. Pasalnya, rata-rata buah durian rasa­nya berubah tak selezat seperti biasanya.
“Tahun ini banyak buah durian yang gugur ulat (rontok buah) sebelum masak, begitu juga mengenai rasa, berubah jadi hambar tidak manis,” kata Jazi pemilik kebun du­rian di Desa Muara Payang Kecamatan Muara Payang, S Selasa (22/1).
Ketika tiba musim durian, keluarga Jazi biasanya banyak meng­habiskan waktu di kebun bahkan tidur malam di situ, menjaga dan menunggu durian jatuh.
“Musim duren tahun ini gigit jari, dari 10 batang pohon durian ini, habis semua kena penyakit gugur ulat,” keluhnya.
Mayoritas pemilik pohon durian di wilayah itu juga me­ngeluhkan buah durian mereka gugur ulat. Tapi sejauh ini, Jazi dan para petani lainnya tidak tahu penyebab rasa durian bisa berubah. Mereka hanya menduga akibat cuaca yang tidak menentu.
“Mungkin saja karena hujan yang terus menerus dengan musim panas yang tidak menentu, tapi kami bersyukur didaerah perbukitan masih panen durian, tidak seperti didaerah lereng gunung dempo tahun ini gagal panen total,” sebutnya.
Terpisah, warga Desa Talang Tinggi Kecamatan Muara Payang Junet (42) mengatakan, sama seperti di Desa lainnya durian kena gugur ulat semua, termasuk punya saya. “Terpaksa saya jual belum masak (dijual mata dibatang), kalau tunggu masak tidak akan panen sebab, belum masak sudah berjatuhan (jadi lundang),” ungkapnya. (Lapos)