Empat SD Terganggu Sistem Belajar Daring

foto ilustrasi. net

SILAMPARI ONLINE,

LUBUKLINGGAU – Dikarenakan masih situasi Covid-19, kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan ditanggal 13 Juli 2020 saat memasuki tahun ajaran baru masih menggunakan sistem belajar via daring. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau, H Tamri ketika diwawancarai Harian Silampari, Kamis (2/7/2020).

Bacaan Lainnya

Dirinya mengatakan secara teori tanggal 13 Juli 2020 ini dimulai, tinggal untuk masalah kesiapannya itu guru di sekolah. Ia juga mengatakan sejauh ini berdasarkan pantauan dilakukan oleh pihaknya ke sekolah-sekolah di Kota Lubuklinggau yang sudah siap menerapkan sistem belajar daring, kalau untuk ditingkat sekolah menengah pertama (SMP) sudah siap, sedangkan ditingkat sekolah dasar (SD) sebagian kecil ada yang tidak karena daerahnya misalkan diujung.

Lanjut Tamri, kenapa SMP sudah siap menerapkan sistem belajar daring, dikarenakan masing-masing sudah mempunyai alatnya sendiri, contohnya saja misalkan guru-guru sudah ada laptop. Sedangkan pelajar rata-ratakan sudah memiliki HP dan mereka bisa belajar bersama seandainya pelajar tersebut tidak ada HP. Ia juga mengatakan kalau masih ada hambatan gurunya turun langsung atau pelajar tersebut datang ke tempat gurunya.

Tamri menjelaskan, kalau untuk SD ada sebagian sekolah yang diujung itu memang tidak terjangkau, jadi pihak sekolah menggunakan sistem jemput bola seperti gurunya turun langsung atau pelajarnya datang ke tempat gurunya. Ia juga mengatakan adapun contoh sekolah yang diujung yakni seperti di wilayah Ulu Malus, nah di wilayah itu lah yang agak terganggu.  “Ada 4 sekolah yang berada diujung terganggu menggunakan daring dan muridnya tidak terlalu banyak,”ucapnya.

Tamri menambahkan untuk pengenalan pelajar baru tetap bisa, atau pihaknya akan menyerahkan teknisnya kepada sekolah masing-masing, bahakan sekolah bisa membuat giliran seperti ada yang dihadirkan sebagian dan sisanya daring. (Fyh)

Tinggalkan Balasan