Faldo Maldini: Penerapan PSBB Tidak Akan Kurangi Angka Penularan Covid-19

ilustrasi PSBB

SILAMPARI ONLINE,

JAKARTA – Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada 14 September 2020 mendatang tidak menjamin penurunan penularan Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Kenapa Pak @aniesbaswedan tarik rem tangan darurat? Karena supirnya tidak menjauhkan kita dari situasi yang darurat itu sendiri. PSBB total terbukti tidak membuat kurva melandai, flattening the curve! Kayaknya udah pada lupa rumus itu,” tulis Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Faldo Maldini di akun Twitter pribadinya, Sabtu (12/9/2020).

 

Penilaian dia, PSBB yang sebelumnya dilakukan tidak berdampak signifikan. Justru, angka penularan virus corona semakin bertambah.  “Lalu, kenapa kembali ke PSBB total? Padahal, itu jelas tidak berhasil flattening the curve. Proven! Kalau masih penasaran silakan tanya Pak @aniesbaswedan,” jelas Faldo.

 

Dia melanjutkan, PSBB transisi adalah waktu untuk mempersiapkan diri dan fasilitas kesehatan harus bertambah signifikan.

“Kalau rumah sakit membludak, harusnya kemarin dipersiapkan sebanyak-banyaknya, bukan malah PSBB total lagi karena alasan RS penuh. Emang udah ditambah berapa?” terang Faldo.

 

Menurutnya, apabila hasil tes semakin meningkat dan positif, maka memang ada persoalan di hulunya.

“Contact tracing tidak menyeluruh. Saat ini, kata Gub @aniesbaswedan hanya 6 orang. Harusnya sampai 30 orang, untuk menditeksi orang tanpa gejala,” kata Faldo.

 

Rem tangan, masih kata Faldo, tidak perlu dilakukan kalau pemerintah daerah berhasil mendampingi menuju kebiasaan baru. Seperti, meningkatkan jumlah penggunaan masker, spot cuci tangan yang masif, menjaga jarak, dan meregulasi keramaian.

 

“PSBB total adalah cara yang terbukti tidak bekerja. Cara yang sama diulang lagi, entah menggunakan alasan apa. Yang jelas, pemerintah daerah lepas tangan, lepas tanggung jawab, untuk mendampingi warga menuju kebiasaan baru,” kata dia.

 

Selanjutnya kata dia, PSBB transisi yang lalu baiknya digunakan untuk meningkatkan angka rekening bank buat warga, yang memudahkan untuk melakukan cash transfer, tidak perlu lagi heboh-heboh soal bansos.

 

“Banyak langkah pokok yang tidak dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dan Gubernur @aniesbaswedan. Seandainya masuk PSBB total pun, warga pasti merasakan begitu beratnya kehidupan di masa pandemi ini. Kalau Gubernur tidak mampu, kasih tahu saja, warga siap bantu sebisanya,” katanya. (SIBERINDO.CO)