FPAMMP Pertanyakan Tanah di Kelurahan Alang-Alang Lebar

  • Whatsapp

Meminta Walikota Membuat Tim dan Memecat Camat

SILAMPARI ONLINE,

Bacaan Lainnya

Front Perjuangan Aktivis dan Masyarakat Melawan Penggusuran (FPAMMP) menggelar jumpa pers di Kopi Kita,Senin (17/2/2020).

Dalam konferensi Yang dihadiri Dedek Chaniago,Rubi Indiarta,Ruben Alkatiri, Yan Chaniago,Charma Aprianto, Febri Zulian,Finny,Reno,Rosdiana,Umar,dan Eddy. FPAMMP mempertanyakan daerah tanah labi- labi kelurahan Alang-alang lebar yang ada 32 hektar digusur oleh PT Timur Jaya.

Rubi Indiarta ketua Tim jaringan advokasi masyarkat Sumsel mengatakan, bahwa daerah tanah labi- labi Kelurahan Alang-alang Lebar yang ada 32 hektar digusur oleh PT Timur Jaya yang mana akan membela dan melawan penggusuran tersebut dan akan mengadakan demo di depan kantor walikota di Propam Polda.

Dia meminta walikota membuat tim dan meminta memecat camat Alang Alang lebar. Dan akan mengadakan aksi tidur di kantor walikota. “Kami akan tidur disana jika tidak selesai,” ancamnya.

Yan Hariyanto menyampaikan, 38 orang tergabung di dalam kasus ini untuk melawan oknum yang bermain dalam permasalahan ini. BPN ( Badan Pertanahan Nasional) kota Palembang mengatakan tidak pernah mengeluarkan Sertifikat di lahan tersebut. BPN juga tidak akan mengeluarkan sertifikat sampai detik ini belum ada sertifikat PT/Perorangan. Kenapa ada penggusuran dan penangkapan sampai detik ini orang yang ditangkap tidak bisa di lihat dan dijenguk.ungkapnya.

Carma Apriyanto menjelaskan, bahwa dalam penilaiannya disini ada status quo yang lagi ditangani oleh pihak BPN Kota Palembang yang mana warga dan pihak PT masih berselisih sengketa dalam status quo kenapa digusur dari depan ke belakang.

Dia juga mengungkapkan bahwa pihak BPN waktu mengukur disuruh pulang oleh pihak kepolisian dari Polrestabes Palembang. “Kami akan membentuk perlawanan dan aksi. BPN akan mengundang kami untuk menyampaikan hasil rapat,” jelasnya.

Febri Zulian Perwakilan Sekjen Bahari terkait bahwa pihaknya akan ikut serta memotivasi adanya terkait diskriminalisasi dalam memperjuangkan hati rakyat sesuai dengan Undang Undang reformasi agraria bersama warga labi-labi.

Dedek Chaniago juga mengungkapkan dalam upaya advokasi terhadap tanah masyarakat ini . FPAMMP akan melakukan beberapa untuk memperjuangkan tanah dan lahan masyarkat dan dijelaskan juga pihak PT Timur Jaya telah melawan pemerintah yg berdasarkan reforma agraria dan UU no 5 pasal 20. Tanah tersebut sudah dikelola masyarakat disana sejak turun menurun kenapa dirazia Sajam di kebun lalu di tangkap.
Hingga berita terbit, belum ada konfirmasi camat.(*)

Penulis : Elvina alias Pipin
Editor : Agus Hubya H