Gandeng Unsri Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : FAHRUROZI/HARIAN SILAMPARI</div></small><strong>TANDATANGAN :</strong> Penandatangan Mou di bidang kesehatan antara Pemkab Empat Lawang dengan Unsri di pendopoan Rumah dinas Bupati Empat Lawang, Senin (14/1/2019).

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Pemkab Empat Lawang melaksanakan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Universitas Sriwijaya (Unsri), Senin (14/1) di pendopoan rumah dinas Bupati. MoU tersebut tentang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat.

Muat Lebih

Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad mengatakan, Unsri merupakan Universitas ternama di Sumsel. Untuk tahap awal ini Pemkab Empat Lawang bekerjasama di bidang kesehatan, tapi nanti akan dilanjutkan di bidang lainnya.

“Kami minta dokter-dokter koas dari Unsri mau mengabdi ke Empat Lawang untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Joncik.

Untuk sekarang, lanjut Joncik, ada 15 dokter internship yang mengabdi ke Empat Lawang dan sudah bertugas di RSUD ataupun Puskesmas.

“Ini merupakan awal yang bagus di bidang kesehatan. Masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar daerah, karena dokter sudah banyak. Pelayanan kesehatan ini bertahap akan diperbaiki, mulai dari penambahan dokter hingga fasilitas lainnya,” jelasnya.

Sementara Rektor Unsri, Prof Dr Anis Saggaf mengatakan, sejak ia menjabat rektor memang berusaha menciptakan Unsri membumi di Sumsel. Adanya USM (ujian saringan masuk) itu merupakan jalan anak-anak di Sumsel bisa masuk Unsri.

“Unsri tidak terima mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Tapi mahasiswa yang benar-benar mencari ilmu dan setelah lulus bisa bermanfaat kepada masyarakat,” tuturnya.

Rektor meminta kepada pihak Pemkab, jika para dokter ataupun koas dari Unsri sudah bekerja di Empat Lawang, bisa disambut dan dilayani dengan baik.

Selain itu, rektor menyarankan Pemkab bisa membuat gedung Unsri di Empat Lawang, sehingga calon mahasiswa bisa kuliah di Empat Lawang. Dosennya nanti datang ke Empat Lawang, tapi mahasiswa beberapa kali harus konsultasi ke Palembang. (HS-05)