Gantikan Lahan Warga Melalui Plasma

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>MEDIASI : </strong> Proses mediasi antara warga Desa Sungai Naik SP 10 Kecamatan BTS Ulu yang LU1 diserobot PT DAM dan proses ganti rugi dengan pemberian plasma kendati ditolak warga, Rabu (9/1).

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Proses penyelesaian penyerobotan Lahan Usaha Satu (LU1) Transmigrasi Sungai Naik Kecamatan BTS Ulu oleh PT Dapo Agro Makmur (DAM) terus diproses. Bahkan, pihak perusahaan siap mengganti lahan dengan ketentuan mengikutkan warga sebagai petani plasma.

Muat Lebih

Hal ini disampaikan, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Rawas (Mura), H Yapan Selamat melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Pengembangan Transmgrasi, Rustam Efendi saat diwawancarai Harian Silampari, Rabu (9/1) diruang kerjanya.

Dijelaskannyan bahwa untuk penyelesaian penyerobotan lahan warga Transmigrasi Desa Sungai Naik oleh PT DAM seluas 66 hektar dengan jumlah 88 Kepala Keluarga (KK). Maka pihak perusahaan siap untuk mengganti lahan dengan ketentuan warga diikutsertakan sebagai petani plasma.

“Untuk saat ini masyarakat masih dalam tahap pendataan oleh Kades Sungai Naik terkait warga yang akan mengikuti plasma,”jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa setelah dilakukan pendataan terkait warga yang akan mengikuti plasma. Selanjutnya setelah itu baru ada KUD yang berfungsi untuk mengkoordinir petani plasma. Termasuk, melibatkan Dinas Perkebunan (Disbun) mengenai pemenuhan hak-hak mereka selaku petani plasma.

“Penyelesaian masalah penyerobotan lahan LU1 Sungai Naik ini bukan hanya menjadi kewenangan Disnakertrans saja yang menyelesaiakan. Melainkan lintas sektoral mulai dari Kecamatan, Kades, Dinas Perkebunan, Koperasi dan Bagian Tapem Setda Mura,”terangnya.

Menurutnya, bahwa adanya transmigrasi ini setelah adanya usulan dari Pemda Mura yang di SK kan Bupati dengan jumlah warga 200 KK. Namun, seiring dengan berjalannya waktu maka lahan tersebut diserobot oleh PT DAM.

“Masalah ini sudah lama dan saat ini penyelesaiannya tinggal menunggu data dari Desa terkait data warga yang masuk dalam trans pengganti yakni jumlah warga yang masih menetap atau sudah meninggalkan lokasi,”ungkapnya.

Sementara itu, Perwakilan PT Dapo Agro Makmur (DAM), Sudirman menjelaskan, bahwa sebenarnya surat dari Pemda yang menjadi kewenangan Bupati perusahaan diminta untuk menyiapkan lahan 66 hektar guna menggantinya dan PT DAM siap merealisasikannya guna membantu masyarakat SP10 yang menerima plasma. Namun, kendati begitu masyarakat tidak mau sehingga alternatif lain maka dikembalikan ke manajemen.

“Sebenarnya sesuai acuan bahwa lahan SP10 Sungai Naik tersebut masuk dalam wilayah SP4 Mulyoharjo sebagai lahan cadangan transmigrasi. Namun, kendati begitu pada dasarnya kami sudah menyiapkan 66 hektar lahan sebagai plasma warga SP10 kendati ditolak,”pungkasnya. (HS-03)