Gara-gara Ini Anggota Dewan dari PPP Sampaikan Interupsi

PARIPURNA : Sidang paripurna DPRD Empat Lawang dalam agenda penyampaian 4 Raperda Empat Lawang, oleh pihak eksekutif di ruang sidang paripurna DPRD Empat Lawang, Senin (17/2). Foto : Fahrurozi/HS.

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Anggota DPRD Empat Lawang, Atik SPd menginterupsi sidang paripurna DPRD Empat Lawang dalam agenda penyampaian 4 Raperda Empat Lawang, oleh pihak eksekutif di ruang sidang paripurna DPRD Empat Lawang, Senin (17/2).

Interupsi yang dilakukan, lantaran dia belum menerima lengkap seluruh Raperda yang akan dibahas. Dalam kata lain, dari 4 Raperda yang akan dibahas cuma ada tiga dokumen Raperda yang ada di atas mejanya.

Bacaan Lainnya

“Saya cuma ingin menanyakan kepada pimpinan sidang, dari 4 Raperda, ada satu (dokumen) Raperda lagi yang tidak ada di atas meja saya, yakni Raperda Pengelolaan Sampah,” sampai Atik saat menyampaikan intrupsinya ke pimpinan sidang, Wakil Ketua I DPRD Empat Lawang, Arifa’i.

Interupsi politisi PPP tersebut, langsung ditanyakan pimpinan sidang, Arifa’i ke pihak Sekretariat Dewan (Setwan) yang langsung terkonfirmasi jika dokumen yang dimaksut belum diperbanyak seluruhnya.

“Ya, maaf pak Atik, itu belum diperbanyak. Nanti akan diperbanyak dan akan diberikan,” kata Arifa’i.

Untuk dketahui, DPRD Empat Lawang melaksanakan sidang Paripurna tersebut beragendakan pembahasan 4 Raperda Empat Lawang. Raperda tersebut antara lain, Raperda tentang Pengelolaan Sampah, Raperda tentang Pembangunan dan Pengelolaan Tempat Pariwisata, Raperda tentang Larangan Pesta Malam dan Raperda tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya (Nafza).

Dalam penyampaiannya, Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Empat Lawang, dalam kesempatan ini menyampaikan 4 Raperda tahun 2020 yang akan dibahas DPRD Empat Lawang.

Diapun menjelaskan, ke-4 Raperda yang diajukan yakni, Raperda tentang Larangan Pesta Malam, Raperda tentang Nafza, Raperda tentang Pengelolaan Sampah dan terakhir Raperda tentang Pembangunan dan Pengelolaan Tempat Pariwisata. Ke-4 Raperda ini jelas dia sangat urgen bagi Empat Lawang.

“Raperda tentang larangan pesta malam, perlu penguatan sanksi karena sebelumnya sudah ada Perbup jadi kita tingkatkan di Perda,” ungkap Joncik.

“Begitu juga Raperda tentang Pengelolaan Sampah sudah banyak sampah dan kontainer yang kita siapkan namun masih minim kesadaran dalam membuang sampah maka kita siapkan sanksi dalam Perda dalam hal keinginan mendapatkan Adipura,” tambahnya.

Hal yang sama dengan Raperda tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Nafza. Meskipun sudah ada Undang-Undang Narkotika, namun perlu kepembahasan lokal menangapi prihal Nafza.

“Kemudian Raperda tentang Pengelolaan dan Pembanguanan Kawasan Parwisata, selama ini sudah menjadi komitmen menciptakan daerah wisata yang berkembang di Empat Lawang,” imbuhnya. (frz)