GASTRITIS DI KALANGAN MAHASISWA

SILAMPARI ONLINE, 

OLEH :  Inda Sari

Muat Lebih

Gastritis merupakan masalah kesehatan di masyarakat dan mahasiswa, prevalensi gastritis yang cukup tinggi, mempengaruhi hingga 50% orang dewasa di negara-negara barat. Gastritis biasanya dianggap sebagai suatu hal yang remeh namun gastritis merupakan awal dari sebuah penyakit yang dapat menyusahkan kita.

Gastritis atau lebih lazim kita menyebutnya sebagai penyakit maag, merupakan penyakit yang sangat menggangu aktivitas dan bila tidak ditangani dengan baik dapat berakibat fatal. Biasanya penyakit gatritis terjadi pada orang-orang yang mempunyai pola makan tidak teratur dan merangsang produksi asam lambung. Beberapa infeksi mikroorganisme juga dapat menyebabkan terjadinya gastritis. Gejala-gejala sakit gastritis selain nyeri di daerah ulu hati adalah mual, muntah, lemas, kembung dan terasa sesak, nafsu makan menurun, wajah pucat, suhu badan naik, keluar keringat dingin, pusing, atau selalu bersendawa dan pada kondisi yang lebih parah, bisa muntah darah.

Aktifitas yang padat serta gaya hidup yang salah dan meningkatnya tugas perkuliahan yang mempengaruhi perilaku hidup sehat, khususnya pada pola makan sehari-hari. Pola makan sehari-hari mahasiswa cenderung tidak memiliki jadwal makan yang teratur, seperti: terlambat makan, menunda waktu makan, tidak sarapan pagi sehingga perut mengalami kekosongan dalam jangka waktu yang lama. Pada mahasiswa khususnya yang tinggal di rumah kos lebih memilih makanan yang cepat saji, mudah untuk di dapat dan menjadi makanan sehari-hari mereka. Makanan yang pedas atau asam juga banyak menjadi pilihan yang disukai kalangan mahasiswa. Kebiasaan ini bisa menyebabkan resiko terjadinya gastritis (Miller, 2004).

Pada saat ini remaja atau mahasiswa umumnya kurang minat dalam mengkonsumsi makanan sehat dari sayur mayur, hal ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh (Bahria & Triyanti, 2010) mengatakan bahwa 92,1% remaja atau dewasa muda kurang mengkonsumsi buah dan 77,1% kurang mengkonsumsi sayur. Perubahan kehidupan sosial dan kesibukan mahasiswa tersebut yang mempengaruhi pola makannya terutama perubahan selera yang jauh dari konsep seimbang yang berdampak terhadap kesehatan

Pencegahan Gastritis?

Gastritis berulang dan perburukan gejala dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup Dengan menu seimbang perlu dimulai dan dikenal dengan baik sehingga akan

terbentuk kebiasaan makan makanan seimbang. Pola makan yang baik dan teratur merupakan salah satu dari penatalaksanaan gastritis dan juga merupakan tindakan preventif dalam mencegah kekambuhan gastritis. Hindari makanan terlalu pedas, terlalu asam, atau mengandung gas seperti kol dan sawi. kurangi atau hindari konsumsi teh, kopi, serta minuman bersoda. Kelola stres dengan baik melalui olahraga, metode relaksasi atau kegiatan lain yang disukai. (*)

Penulis : Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya