Gaya Hidup Picu Penyakit Jantung

Ilustrasi. net

SILAMPARI ONLINE,

EMPAT LAWANG
– Dipicu gaya hidup, trend kasus penyakit tidak menular seperti Jantung, Diabetes, Tekanan Darah Tinggi dan lain-lain meningkat di Kabupaten Empat Lawang.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang, jumlah Pasien kasus Jantung koroner dari bulan Januari hingga Agustus sebanyak 101 pasien.

Muat Lebih

“Trend peningkatan ini, setiap bulannya akan terus berubah seiring jalannya waktu, untuk kasus di Januari terdapat 19 kasus, Februari 35 kasus, Maret 43 kasus , April 0 kasus, Mei 4 kasus, hingga Agustus 0 kasus,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan Penyakit tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang, M Junaidi melalui Kasi PTM Keswa, Kiki Nurhayati kepada Harian Silampari, Senin (2/9).

Selain dari itu, Kiki juga menyebutkan, banyaknya pasien yang baru mengetahui setelah mereka terkena jantung, hal tersebut juga sangat disayangkan. Padahal perlunya pengobatan sejak terdeteksi awal.

“Iya, memang pasien kasus jantung ini, datang ke rumah sakit karena mereka telah terkena parah penyakit jantung, baru berobat,” tuturnya.

Sehingga, Kiki juga mengatakan pasien harus mendeteksi awal penyakit tidak menular seperti Jantung, Diabetes, Tekanan Darah Tinggi dan lain-lain dengan datang ke Pos Pindu (Pos Pelayanan Terpadu) di desa-desa yang sudah disiapkan.

“Iya program kami ada satu Desa satu Pos Pindu, dan di Kecamatan Tebing Tinggi rata-rata semuanya aktif. Masyarakat tinggal datang dan ada kader yang siap membantu mengecek kesehatan dengan gratis,” katanya.

Terkait kalangan yang rentan terhadap penyakit Jantung dan penyakit tidak menular lainnya yakni dari kalangan 45 tahun ke atas. Sebetulnya lanjut dia, wajib yang harus dideteksi dari umur 15 tahun ke atas. Namun perlu juga waspada bagi mereka yang memiliki umur 45 ke atas, karena cukup rentan bahkan sangat rentan terkena penyakit Jantung dan penyakit tidak menular lainnya.

“Disarankan sejak awal untuk menjaga pola makan, hidup sehat, dan gaya hidup yang bersih, agar terhindar dari penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi dan lain-lain,” pungkasnya.

Nah jika Anda baru saja didiagnosis PJK, maka pastikan untuk melakukan hal-hal berikut:
1. Rehabilitasi jantung

Sehabis operasi, kemungkinan dokter akan menyarankan Anda mengikuti rehabilitasi. Dokter juga akan mewanti-wanti beberapa hal yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan selama proses ini untuk memaksimalkan penyembuhan.

Fungsi dari rehabilitasi adalah untuk membantu Anda cepat pulih dan melanjutkan aktivitas senormal mungkin. Selama waktu ini Anda juga akan belajar cara menangani situasi darurat di masa pemulihan.

Masa rehabilitasi juga berguna untuk Anda dan keluarga mengetahui cara menangani masalah fisik, emosional, atau psikologis yang dapat terjadi setelah diagnosis PJK.

Setelah menyelesaikan rehabilitasi, penting bagi Anda untuk terus menerapkan pola hidup sehat untuk membantu melindungi kesehatan Anda dan mengurangi risiko masalah jantung.
2. Menerapkan pola makan sehat

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyumbatan plak lemak dalam pembuluh darah arteri. Maka mulai sekarang Anda harus mengurangi makan makanan yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh, seperti gorengan dan fast food.

Selain itu, hindari juga makanan berkalori tinggi, makanan tinggi gula, dan makanan tinggi garam yang akan memperparah penyumbatan pada pembuluh darah.

Ganti pola makan tinggi kalori dengan mengonsumsi makanan tinggi serat. Mulailah rencanakan pola makan bergizi seimbang dengan mengacu prinsip Tumpeng PGS dari Kemenkes RI. Namun jika Anda didiagnosis penyakit jantung koroner, batasan garam, gula, dan lemak dalam sehari mungkin harus lebih dikurangi lagi dari aturan normalnya.

Lebih cermatlah dalam memilih makanan. Nama lain garam sering disamarkan sebagai natrium alginat, natrium sulfit, natrium kaseinat, disodium fosfat, natrium benzoat, natrium hidroksida, monosodium glutamat (MSG), atau natrium sitrat.

Tak hanya porsi dan kandungan dalam makanan, jadwal makan juga perlu Anda perhatikan agar tidak terbiasa makan berlebihan. Atur porsi makanan sesuai dengan kebutuhan kalori Anda. Sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter gizi terpercaya.
3. Olahraga rutin

Olahraga adalah kebiasaan sehat yang harus dilakukan oleh semua orang, termasuk Anda yang baru saja terdiagnosis kena penyakit jantung koroner. Dengan berolahraga rutin, lemak-lemak yang sebelumnya tertimbun di dalam tubuh dan membuat pembuluh tersumbat dapat terbakar, risiko serangan jantung pun semakin rendah.

Sebelum melakukan olahraga, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter Anda jenis olahraga apa yang boleh Anda lakukan dan seberapa intensitas olahraga yang aman. Usahakan untuk melakukan olahraga setiap hari, meskipun dalam durasi yang tak terlalu lama.
4. Hindari stres

Stres adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan pembuluh darah Anda tersumbat dan oksigen tidak sampai ke jantung. Wajar memang bila seseorang mengalami tekanan dan stres, namun yang terpenting adalah bagaimana mengelola stres tersebut. Anda dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang Anda sukai, untuk menurunkan tingkat stres yang Anda alami.
5. Istirahat dengan cukup dan teratur

Kurang tidur bisa menyebabkan Anda berisiko penyakit jantung koroner, sehingga bila Anda sudah mengalami penyakit tersebut, kebiasaan begadang hanya membuat kondisi kesehatan Anda semakin buruk. Dalam berbagai penelitian diketahui bahwa orang yang durasi tidurnya kurang dari 7 jam per malam memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.
6. Tidak merokok

Setelah didiagnosis atau melakukan pengobatan jantung koroner, Anda harus menghindari rokok sama sekali. Kandungan nikotin dalam rokok dapat menyempitkan pembuluh darah, alhasil jantung jadi bekerja lebih keras.

Selain itu, kandungan karbon monoksida pada rokok dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah dan merusak lapisan pembuluh darah.

Berhenti merokok adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko serangan jantung.
7. Cek kadar kolesterol rutin

Kolesterol tinggi adalah salah satu penyebab serangan jantung mendadak. Untuk Anda yang sudah didiagnosis kondisi penyakit jantung koroner, baiknya mulai cek rutin kadar kolesterol dalam darah.

Kebanyakan orang yang mengidap penyakit jantung koroner harus mencapai batas kolesterol LDL di bawah 130 miligram per desiliter (mg / dL), atau 3,4 milimol per liter (mmol / L).

Namun apabila keadaan jantung Anda sehat dan tidak memiliki faktor risiko lain untuk penyakit jantung, target Anda kolesterol LDL mungkin baiknya berada di bawah 100 mg / dL (2,6 mmol / L).
8. Jaga tekanan darah di angka normal

Jangan lupa untuk menjaga tekanan darah tetap normal. Umumnya butuh 1 tahun sekali memeriksa tekanan darah apabila kondisi kesehatan Anda normal. Apabila Anda sudah didiagnosis mengalami penyakit jantung koroner, dokter mungkin akan menyarankan cek tekanan darah tiap 6 bulan kali. Tekanan darah normal umumnya dengan angka 120 sistolik dan 80 diastolik, sebagaimana diukur dalam milimeter air raksa (mm Hg).
9. Menjaga kondisi diabetes Anda

Menjaga dan mencegah kondisi diabetes Anda memburuk sangat penting, terlebih bila Anda juga didiagnosis memiliki penyakit jantung koroner. Menurut American Heart Association, banyak beberapa penelitian yang telah menunjukkan bahwa obat-obatan seperti statin, aspirin, ACE-inhibitor dan beta-blocker untuk penyakit jantung memiliki manfaat yang lebih besar pada penderita diabetes.

Karena itu penting bagi Anda untuk mulai rajin menggunakan obat-obatan ini sesuai resep. Obat-obatan ini juga akan membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah Anda, yang akan mengurangi risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal. (KHS-05/net)