Gerakan PSN Serentak se Kota Lubuklinggau

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : AAN/HARIAN SILAMPARI</div></small> Wakil Walikota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar foto bersama dengan warga Kelurahan Marga Rahyu Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Jumat (25/1).

Silampari Online,

WARGA se-Kota Lubuklinggau melakukan gotong royong serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) pada Jumat (25/01). Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar secara langsung hadir di tiga kelurahan, yakni Marga Rahayu Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur I, dan Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Didampingi Sekda Kota Lubuklinggau, H A Rahman Sani dan Asisten III, Kahlan Bahar, Wawako mengatakan, kegiatan serentak ini untuk mengantisipasi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang biasa menyerang di musim pancaroba. Menurutnya, kegiatan gotong royong harus dilakukan secara rutin untuk menggalakkan lagi budaya kebersamaan.

Muat Lebih

Di Marga Rahayu, ia menyatakan tahun lalu kasus terbanyak terjadi di kelurahan tersebut. Sehingga ia meminta warga untuk lebih giat melakukan dan menjaga kebersihan lingkungan, serta memberantas sarang nyamuk.

Tak lupa, Wawako juga menyatakan ke depan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan mengurangi kegiatan fogging, meski warga meminta saat terjadi kasus.

“Karena fogging itu tidak baik dan justru membahayakan kesehatan. Untuk itu, kami akan meminimalisir fogging meskipun warga meminta,” ujarnya.

Dinkes juga memberikan bantuan bubuk Abate pada warga untuk membunuh jentik.

Selain itu, Wawako juga meminta warga yang sakit untuk segera berobat. Apalagi Dinkes juga sudah menyiapkan mobil keliling untuk menjangkau warga yang sakit.

“Mobil ini siap ditelepon kapan saja dan langsung menuju lokasi. Mau jam berapa juga, tengah malam juga akan langsung didatangi,” katanya.

Ditambahkannya, warga juga diimbau mendaftarkan diri untuk mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). KIS dapat membantu meringankan biaya warga saat berobat.

“Syaratnya pun sangat mudah, hanya fotokopi KTP, KK, serta rekening listrik. Jadi nanti tidak ada alasan lagi warga sakit tidak mau berobat karena tidak ada biaya,” jelasnya.(HS-01)