Goa Macan Belum Disentuh Pembangunan

SILAMPARI ONLINE

MUSI RAWAS-Cagar Budaya di Bumi Serasan Sekantenan cukup menjanjikan dikembangkan menjadi obyek wisata, seperti Goa Macan di Bukit Gatan Desa Sukorejo dan Situs Lubuk Pauh. Hanya saja, sejak ditemukan 5 bulan lalu namun hingga kini belum tersentuh pembangunan. Karena belum dilakukan penelitian secara mendalam.

Muat Lebih

Hal ini diakui Kabid Kebudayaan Disparbud Musi Rawas Hamam Santoso saat diwawancarai Silampari Online, Kamis (8/11/2019) di ruang kerjanya.

Dikatakan Hamam sapaan Hamam Santoso, Goa Macan berada di Bukit Gatan Desa Suko Rejo, Kecamatan STl Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas. Keberadaannya ditemukan masyarakat pada lima bulan lalu dan dilaporkan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mura.
Setelah mendapat informasi itu, tim Disparbud Mura turun ke lokasi mengecek kebenarannya. Setelah diamati dan diambil dokumentasi lalu dilaporkan ke Balai Arkeologi guna ditindaklanjuti penelitian, untuk memperjelas penemuan goa macan tersebut.
“Sudah beberapa bulan lalu, sudah dilaporkan. Kondisi goa macan masih alami,” ucap Hamam.

Masih kata dia, masyarakat merasa takut masuk ke dalam Goa karena kondisinya gelap dan penuh semak belukar. Konon ceritanya, kata dia, goa macan itu ditempati masyarakat pada zaman sebelum kemerdekaan atau zaman kolonian belanda. “Ya Goa itu untuk berteduh dan tempat tinggal komunitas tertentu,” jelasnya.

Ciri ciri Goa Macan diperkirakan tinggi 1,5 meter dan lebar 120 cm dengan tidak pintu masuk goa. Untuk menuju ke lokasi Goa Macan, dari Rumah Penduduk hanya 2-3 Km saja namun sebatas jalan setapak.
” Kita juga takut masuk kedalam goa, karena kondisi medan yang gelap dan penuh semak belukar,” ungkapnya.

Ditambahkan Hamam, pihaknya baru menyampaika laporan cagar budaya alami ke balai arkelogi sebanya dua lokasi, namun belum dilakukan penelitian lebih detail. Khususnya cagar budaya situs di Lubuk Pauh, terkendala dilakukan ekskavasi karena masyarakat sekitar menolaknya dan menganggap keberadaan cagar budaya itu masih keramat. Situs ini dari bahan tanah lempung yang diperkirakan peninggalan zaman kerajaan sriwijaya,” pungkasnya.

Laporan : Agus Hubya H