Grand Opening Pondok Lesehan Kampoeng Limo Sukses

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : AAN/HARIAN SILAMPARI</div></small> Foto bersama Pimpinan Pondok Lesehan Kampoeng Limo, Marwan didampinggi istri besama Lurah Simpang Periuk, Julianto dan tamu undangan lainnya di acara Grand Opening Pondok Lesehan Kampoeng Limo pada hari Jum'at (1/18).

Silampari Online,

Satu lagi rumah makan dengan bentuk lesehan hadir di Kota Lubuklinggau. Pondok Lesehan Kampoeng Limo milik Marwan dan Fatimah ini, berada di Jalan Lintas Lubuklinggau-Tugumulyo, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II telah diresmikan.

Muat Lebih

Acara Grand Opening Lesehan Kampoeng Limo, Jumat siang (18/1) berlangsung sukses, dihadiri ratusan undangan. Pada acara itu juga ditetapkan Ssyoro Cahaya Pertiwi Marsal, sebagai Manager Pondok Lesehan Kampoeng Limo. Hadir pada acara tersebut, Ketua DPD PKS Kabupaten Mura, H Suhari, GM Harian Silampari Budi Santoso,S.Ag, Kepala Kesbang Pemkot Lubuklinggau, Edy R, Pengusaha sukses, Multan, Lurah Simpang Periuk, Julianto dan warga setempat.

Para undangan yang memenuhi lesehan Kampoeng Limo yang menjual menu spesial dengan rasa super lezat di lidah. Mereka pun dibuat ternganga-nganga dengan rasa ikan bakar dan nasi super pulen. Ditambah sambal yang pedas, saat menyantap bersama usai acara seremoni tersebut.

Marwan yang biasa disapa Iwan menyatakan bahwa acara grand opening ini diadakan dalam rangka pembukaan pondok Lesehan Kampoeng Limo ini. Adapun menu makanan di Pondok Lesehan Kampoeng Limo antara lain Pindang Tulang, Pindang Daging, Pindang Patin, Bebek Bakar, Ayam Bakar, Ikan Bakar, dan lain-lain. Dan, menu spesial sensasi Kerang, Saus Tiram Cabe Ijo. Di sana juga dijual berbagai minuman segar dan jus buah.

Iwan berharap usaha kuliner ini bisa maju, banyak penggemar, peminat. “Tentu saja ramai didatangi pengunjung. Apalagi mudah datang ke sini, dan ini merupakan jalan lintas juga jalan wisata,” beber Iwan menyebutkan, pondok lesehan ini dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. Di pondok ini pihaknya memperkerjakan 10 karyawan karyawati.

Sedangkan, Sesepuh Tanah Periuk Yurlisman menuturkan kenapa dikatakan Pondok Lesehan Kampoeng Limo, tentu ada sejarahnya. “Dulu ada Kampoeng Limo, berupa keluarga besar diantarannya ada lima rumah keluarga. Hingga berkembang maka masuklah bagian Tanah Periuk sampai sekarang,” jelas Yurlisman, kemarin.

Ia meneruskan sebelum pemekaran wilayah jadi kelurahan ini, adalah bagian Tanah Periuk yang.”Harapan kami dengan adanya Pondok Lesehan Kampoeng Limo, akan memotivasi warga di sini selalu berusaha,” harap dia.
(CW01/HS-09)