Guru di Kabupaten Empat Lawang Wajib Ikuti Kegiatan Belajar

Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Kabupaten Empat Lawang, Arbanu

Guru Diberikan Pendidikan Kembali

EMPAT LAWANG – Guru di Kabupaten Empat Lawang, diwajibkan mengikuti kegiatan belajar kembali, dalam rangka peningkatan kompetensi pembelajaran (PKP) di sekolah. Rencana pemberian pendidikan kembali kepada para guru tersebut, disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudyaan (Kadisdikbud) Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih melalui Kabid Pembinaan Ketenagaan, Arbanu kepada wartawan, di ruang tugasnya, Senin (29/7/2019).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Arbanu, pada tahun anggara 2019 ini juga, guru yang akan mengikuti kegiatan belajar tersebut, merupakan guru yang berstatus pegawai negeri sipil dan aktif di pusat kelompok pembelajaran.

“Sebenarnya, program pendidikan dan pelatihan bagi guru ini merupakan program Nasional. Dalam arti kata, tidak hanya di Empat Lawang, namun seluruh Indonesia,” jelas Arbanu.

Di Empat Lawang sendiri, terang Arbanu, guru yang akan mengikuti pendidikan lagi itu, untuk tingkat SD seluruh guru kelas, baik itu kelas batas atas maupun kelas batas bawah dan guru Pendidikan Jasmani (Penjas). “Kelas batas atas itu maksutnya guru kelas yang mengajar dari kelas IV, V dan kelas VI. Untuk kelas batas bawah, kelas I, II dan III,” urainya.

Sementara untuk guru SMP yang akan mengikuti pendidikan yang dimaksut adalah guru seni budaya, guru bahasa Inggris dan guru bahasa Indonesia. “Di mana lokasi tempat mereka belajar nanti, di wilayah kabupaten kita ini sudah dibagi zona, yakni zona Tebing Tinggi dan zona Muara Pinang. Mana zona yang paling dekat dengan mereka, itulah lokasi tempat mereka belajar,” jelasnya.

Untuk Instruktur atau tenaga pengajar, nanti sebut Arbanu, akan ditentukan berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. Bisa dari guru yang paling senior atau yang dianggap paling mampu menjadi Instruktur. “Namun tetap berdasarkan rekomendasi dari kita selaku pihak Dinas Pendidikan kabupaten,” imbuhnya.

Terkait waktu belajar, pihaknya sendiri merekomendasikan pada hari Sabtu dan Minggu. Ini bertujuan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak terganggu dengan adanya kegiatan pendidikan dan pelatihan guru hingga proses pendidikan bagi guru ini selesai dilaksanakan.

“Perlu kita jelaskan, jika dulu peningkatan kompetensi pembelajaran di sekolah dinilai dari gurunya. Namun kini penilaian itu berdasarkan hasil akhir kemampuan siswa yang didik,” tandasnya. (HS-05)