Hanya 50 Sanggar Kebudayaan Tercatat di Disbudapar

Silampari Online- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Musi Rawas (Mura) akan melakukan inventarisir ulang terhadap sanggar budaya yang ada di Bumi Lan Serasan Sekentenan. Mengingat, keberadaan sanggar budaya yang tercatat masih sangat minim.

Kepala Disbudpar Kabupaten Mura, Syamsul Djoko Karyono melalui Kabid Kebudayaan, Hamam Santoso mengatakan, berdasarkan data yang ada hingga saat ini baru ada 50 sanggar yang tercatat di Disbudapar. “Memang kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan organisasi kebudayaannya masih sangat minim,”jelas Hamam kepada Harian Silampari, Kamis (8/8) di ruang kerjanya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa bilamana organisasi kebudayaan tercatat di Disbudpar maka akan memiliki legelitas. Bahkan, nantinya akan diterbitkan surat keterangan (SK) tentang keberadaan dan dengan kualifikasi berbeda-beda. “Kami akan akan iventarisir ulang. Sehingga semua sanggar yang ada di Mura dapat tertata rapi serta mendapatkan perhatian dari Pemerintah,”terangnya.

Menurutnya, untuk syarat pendaftaran sanggar tersebut diantaranya harus memiliki sekretariat yang dibuktikan dari Desa, ada kepengurusan dan memiliki AD/ART, susunan kepengurusan. “Jika sudah terdaftar, maka pemerintah juga bisa memberikan bantuannya, seperti bantuan berupa fasilitas sarana, yang mana kuota setiap tahunnya berbeda,”ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura, Alamsyah meminta agar Disbudpar dapat gencar turun melakukan sosialisasi terkait pentingnya legalitas organisasi kebudayaan yang ada untuk nantinya dapat dipertahankan dan dilestarikan. “Intinya sosialisasi penting dilakukan. Sehingga, dengan begitu maka keberadaan kebudayaan di Mura tidak punah,”pungkasnya. (HS-03)