Harga Bawang Terus Melonjak

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>NAIK : </strong> Salah satu pedagang bawang merah dan putih yang sedang menunggu pembeli dan gelojak harga kebutuhan bumbu dapur ini terus mengalami kenaikan, Selasa (9/4).

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Minimnya stok atau persediaan di pasar yang tidak sesuai dengan permintaan dan kebutuhan masyarakat membuat harga bawang putih dan merah dipasar tradisional terus mengalami gejolak. Bahkan, harga salah satu bumbu dapur ini tembus hingga Rp40 ribu per kilogram (Kg).

Muat Lebih

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Musi Rawas (Mura) Hj Nurhasanah Yoesef melalui Kasi Distributor Perdagangan Armansyah kepada Harian Silampari, Selasa (9/4) diruang kerjanya.

Dijelaskannya, bahwa berdasarkan hasil pantauan dari petugas pasar tradisional di sejumlah Kecamatan untuk saat ini harga bawang merah sebesar Rp38 ribu perkilonya di pasar dan di pengecer mencapai Rp40 ribu perkilonya.

“Untuk harga bawang merah berkisar Rp38 ribu sampai Rp40 ribu dan bukan tidak mungkin harga ini akan terus mengalami kenaikan,”jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, awal Januari lalu harga bawang merah sebesar Rp26 ribu dan bawang putih Rp20 ribu. Kemudian, Februari naik menjadi Rp24 ribu untuk harga bawang merah dan bawang putih turun menjadi Rp18 ribu. Selanjutnya pada awal Maret naik kembali menjadi Rp28 ribu untuk bawang merah dan Rp22 ribu untuk bawang putih.

“Minggu kedua Maret naik lagi menjadi bawang merah mencapai Rp32 ribu dan bawang putih menjadi Rp22 ribu dan diakhir Maret harga bawang putih naik menjadi Rp26 ribu perkilonya. Kemudian awal April ini harga bawang merah tembus Rp38 ribu dan bawang putih mencapai Rp40 ribu,”bebernya.

Menurutnya, kenaikan harga salah satu bumbu dapur bawang merah dan putih di pasaran Mura tersebut dikarenakan stok atau persediaan di agen sudah berkurang. Sebab, untuk pasokan bawang putih di Mura berasal dari luar negeri.

“Bawang putih saat ini masih dalam proses import dari luar negeri. Sedangkan untuk bawang merah ini dipengaruhi karena cuaca buruk di sejumlah daerah yang menjadi pemasok untuk Kabupaten Mura seperti, di Brebes, Medan dan juga Padang,”paparnya.

Mengenai ada atau tidaknya dampak dari Pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang terhadap harga sembako. Maka diakui tidak berpengaruh. Justru diprediksi gejolak harga akan terjadi usai pesta demokrasi tersebut berlangsung.

“Kemungkinan besar jelang Pemilu serentak ini tidak berdampak pada harga sembako, karena tidak ada sangkut pautnya. Tapi bisa saja pasca pemilu baru ada gejolak, karena kebijakan dari Pemerintah pusat,”ungkapnya.

Terlepas dari itu, dipastikan harga sembako di Mura masih terbilang normal dan standar di pasaran, seperti harga cabe merah masih berkisar antara Rp22 ribu sampai Rp24 ribu perkilonya, cabe rawit Rp22 ribu dan mengalami penurunan dibanding minggu lalu yakni Rp27 ribu.

“Kalau untuk harga telur ayam naik Rp1000 dari minggu lalu menjadi Rp38 ribu dari harga sebelumnya Rp37 ribu perkarpetnya. Harga ikan juga turun dari Rp24 ribu menjadi Rp22 ribu perkilonya,”pungkasnya. (HS-03)